5 PERMASALAHAN KULIT YANG DISEBABKAN KARENA HANDPHONE

Sebagai generasi milenials, Anda pasti sangat membutuhkan handphone, baik untuk berkomunikasi maupun mengabadikan sesuatu. Pada zaman sekarang seseorang akan kesulitan jika harus dijauhkan dengan benda yang satu ini. Handphone memberi peran aktif untuk berkomunikasi dengan seseorang yang berbeda tempat dengan Anda. Anda dimudahkan dengan berbagai macam aplikasi untuk dapat terus berkomunikasi bersama orang-orang yang Anda kenal.

Namun Anda patut mengetahui bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan dari penggunaan handphone terlalu sering. Selain efek radiasi yang kurang baik, efek sinar dari layar handphone pun akan berbahaya untuk mata.

Sekarang yang mungkin baru Anda ketahui adalah efek penggunaan handphone terlalu sering untuk kulit. Berikut ada beberapa masalah yang ditimbulkan dari terlalu sering menggunakan handphone.

  • Kerutan

Ketika Anda focus menatap layar handphone, Anda akan reflex mengerutkan dahi. Maka tidak menutup kemungkinan bahwa akan meninggalkan kerutan pada dahi dan sekitarnya. Untuk itu kurangi lah waktu-waktu menatap layar handphone.

  • Bakteri

Tanpa disadari handphone menjadi sarang bakteri. Bakteri tersebut dapat berpindah ke wajah melalui sentuhan tangan atau sentuhan langsung pada wajah dan dapat menimbulkan beberapa masalah pada kulit akibat bakteri tersebut. Permasalahan kulit tersebut diantaranya jerawat, kerutan dan lainnya.

  • Menimbulkan mata panda

Factor pemicu mata panda atau lingkaran hitam di daerah mata diantaranya adalah karena kurangnya istirahat. Ketika Anda menggunakan social media di smartphone sampai berlarut-larut, Anda akan kurang beristirahat. Maka hal tersebut akan memicu timbulnya mata panda. Usahakan tidur maksimal jam 10.00 malam.

  • Cell phone dermatitis

Munculnya ruam merah disekitar pipi akibat bahan kimia seperti nikel yang di transfer lewat handphone ketika handphone menempel di wajah pada saat Anda melakukan panggilan.

Disamping memberikan efek buruk terhadap mata, penggunaan handphone terlalu sering dapat berdampak buruk pada kulit. Hindari penggunaan handphone terlalu lama. Batasi waktu-waktu untuk menggunakan smartphone Anda. Luangkan waktu lebih banyak untuk beraktivitas secara langsung. Jangan terlalu sering berkecimbung di dunia maya.

MENGINJAK USIA REMAJA? PASTI AKAN TIMBUL PERMASALAHAN INI

Dari kecil Anda memiliki kulit yang mulus bebas noda, namun pada saat menginjak usia remaja Anda mulai memiliki beberapa permasalahan kulit. Kejadian seperti ini merupakan hal yang wajar dan tidak perlu Anda khawatrikan secara berlebihan. Yang perlu Anda lakukan yaitu mengetahui cara menanganinya.

Setiap orang mengalami fase perubahan hormone. Berikut beberapa permasalahan kulit yang umumnya terjadi pada saat menginjak usia remaja dan cara mengatasinya.

1. Bau Badan!

Pada usia remaja, produksi kelenjar keringat akan meningkat. Meningkatnya kelenjar keringat ini akan memicu timbulnya bebabuan yang berasal dari ketiak, kaki, mulut atau bahkan kelamin. Bau badan ini dapat mengurangi kepercayaan diri, untuk itu yuk atasi dengan:

  • Mandi sampai bersih menggunakan sabun, bersihkan area-area lipatan dan tempat-tempat yang rawan menimbulkan bau tidak sedap.
  • Gunakan pakaian yang longgar, nyaman dan menyerap keringat.
  • Rutin mengganti kaus kaki.
  • Gunakan deodorant dibagian ketiak.

2. Kulit berminyak

Kelenjar minyak pada usia remaja mulai aktif. Hal ini dipicu oleh beberapa faktor seperti genetic, hormonal, stress, lembab dan cuaca yang panas. Kulit berminyak membuat ppri-pori lebar dan kasar, mengkilap dan lengket saat disentuh. Biasanya remaja akan merasa kurang percaya diri. Yuk atasi dengan cara ini:

  • Rutin mencuci wajah menggunakan sabun wajah maksimal 2 kali sehari.
  • Gunakan tabir surya dan pelembab yang bertuliskan oil free dan non comedonic.
  • Pilihlah bedak tabur karena bedak padat akan membuat kulit tampak berminyak.

3. Jerawat!

Pada saat usia remaja, hormone androgen berkembang pesat dan mengakibatkan produksi minyak pada kulit meningkat sehingga rentan terserang jerawat. Jangan khawatir, ini adalah keadaan yang normal. Yuk ketahui cara menanganinya:

  • Jangan memencet jerawat karena akan memperparah jerawat dan menimbulkan luka.
  • Mencuci wajah dengan sabun pencuci wajah maksimal 2 kali sehari.
  • Pilihlah produk perawatan yang berlabel non comedonic
  • Rutin menggunakan pelembab dan tabir surya yang berlabel oil free.
  • Konsultasikan bersama dokter spesialis kulit dan kelamin jika jerawat tidak kunjung hilang atau bertambah parah.

KELAINAN PIGMENTASI

Kelainan pigmentasi adalah perubahan warna kulit yang diakibatkan karena gangguan pada melanosit yang menyebabkan produksi melanin terganggu. Kelainan pigmen bisa membuat kulit menjadi lebih putih, lebih hitam, atau coklat.

Ada gangguan pigmentasi yang hanya memengaruhi sebagian kecil area kulit. Namun, ada juga gangguan pigmentasi yang menyerang seluruh tubuh. 

Berikut adalah beberapa gangguan pigmen yang umum terjadi:

  • Melasma adalah masalah kulit dengan ciri-ciri timbulnya bercak-bercak hitam di kulit pipi, dahi, batang hidung, dagu, leher, dan tangan. Melasma bisa muncul di area tubuh yang sering terpajan sinar matahari, dan lebih banyak terjadi pada wanita. Disarankan untuk menggunakan sunscreen SPF 30 atau lebih tinggi setiap beraktivitas di luar ruangan dan berobat ke dokter spesialis kulit jika kondisi ini tidak kunjung membaik.
  • Vitiligo adalah penyakit autoimun yang menyerang sel penghasil pigmen. Kondisi ini menyebabkan hilangnya pigmen warna pada kulit sehingga menjadi bercak putih pucat.
  • Hipopigmentasi adalah kondisi berubahnya warna kulit menjadi lebih terang.
  • Albinisme adalah kelainan genetik akibat mutasi gen yang menyebabkan tidak berfungsinya sel melanosit

PENUAAN KULIT

Penuaan kulit dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Hal tersebut membuat elastisitas kulit berkurang sehingga muncul tanda-tanda penuaan, seperti munculnya.

  • flek (pigmentasi)
  • kerutan dan lipatan kulit/wrinkels and folds
  • bercak merah atau pelebaran pembuluh darah kulit wajah
  • kulit kering dan ruam
  • sagging skin
  • kehilangan volume kulit
  • tumbuh benjolan (tumor) jinak kulit
  • kerontokan rambut 

Penuaan kulit terdiri dari 2 tipe: penuaan kulit intrinsik yang terjadi pada setiap orang saat menua, dan penuaan ekstrinsik (photoaging) akibat pajanan sinar matahari. Penuaan kulit ekstrinsik tidak memandang usia, jadi bisa lebih cepat terjadi.

Penuaan ekstrinsik disebabkan:

  • Sering terpajan sinar ultraviolet (UV) yang terpancar dari sinar matahari dapat merusak jaringan elastis pada kulit, sehingga kulit menjadi keriput sebelum waktunya. Tidak hanya itu, produksi bintik-bintik penuaan berwarna kecokelatan pada wajah, tangan, dan area tubuh lain.
  • Perokok lebih cepat mengalami penuaan karena adanya kerusakan jaringan tubuh oleh zat-zat beracun pada rokok, dan terjadi hambatan peredaran darah ke wajah. 
  • Minuman beralkohol terbukti dapat menyebabkan penuaan pada kulit karena kerusakan jaringan kulit akibat efek radikal bebas
  • Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk tidak hanya berdampak buruk untuk kesehatan tubuh, namun juga dapat mengakibatkan penuaan kulit akibat metabolisme tubuh yang terganggu.

KELOID

Keloid merupakan salah satu jenis bekas luka yang menyebabkan munculnya bagian kulit ke permukaan dengan warna yang kontras dengan kulit sekitarnya.

Keloid dapat disebabkan oleh berbagai luka, seperti luka bekas operasi, luka bakar, luka bekas tindik, luka tergores, dan luka cakar

Keloid bersifat jinak, akan tetapi pertumbuhan keloid yang tidak terkontrol dapat menjadi tanda keganasan. Meski tidak berbahaya, keloid mungkin terasa gatal dan bisa menjadi iritasi. Terutama jika keloid mengalami gesekan dengan pakaian. Saat terpajan sinar matahari, dapat menyebabkan warna keloid menggelap dan sifatnya permanen.

Beberapa cara menghilangkan keloid di bawah ini:

  • Suntikan kortikosteroid pada keloid akan diberikan pada bagian keloid secara rutin hingga mengempis.
  • Operasi, cara yang satu ini memiliki risiko timbul keloid lainnya yang lebih besar pada luka operasi. Untuk meminimalkan risiko tersebut, dokter dapat mengombinasikan operasi dengan tindakan lain, misalnya dengan radiasi atau penyuntikan steroid pada bekas luka.
  • Laser dapat membantu meratakan keloid dan membuat warna merahnya menjadi lebih pudar.

TUMOR JINAK

Tumor adalah sel-sel yang tumbuh dengan kecepatan berlebihan dan tidak memiliki fungsi apapun bagi tubuh. Tumor bisa bersifat ganas (kanker) maupun jinak. Berbeda dengan kanker, tumor jinak tidak menyerang jaringan di sekitarnya dan tidak menyebar ke bagian-bagian tubuh lainnya.

Tumor jinak bisa tumbuh hingga berukuran cukup besar atau ditemukan di dekat pembuluh darah, otak, saraf, atau organ hingga menekan struktur vital tersebut. Akibatnya, tumor jinak bisa berubah menjadi serius hingga terkadang memerlukan perawatan khusus.

  • Hemangioma, penumpukan sel-sel pembuluh darah di kulit atau organ internal. Umumnya, hemangioma muncul sebagai tanda lahir yang berwarna merah atau kebiruan.
  • Nevi, dikenal juga sebagai tahi lalat dan sangat umum terbentuk di kulit. Warnanya mulai dari merah muda dan kecokelatan, hingga cokelat atau hitam. Namun, hati-hati jika tahi lalat terlihat berbeda dari biasanya (berubah bentuk, ukuran, dan warna, batas tahi lalat tidak tegas/rata, tahi lalat terasa gatal atau mulai berdarah). Tahi lalat dengan kondisi seperti ini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk berkembang menjadi kanker kulit melanoma.

Konsultasikan segera dengan dokter agar bisa cepat ditangani.