Kulit kering, kasar, hingga bersisik bukan hanya mengganggu penampilan, tetapi juga sering menimbulkan rasa gatal yang membuat penderitanya ingin terus menggaruk. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, luka terbuka, bahkan infeksi sekunder.
Masalah kulit kering bersisik cukup umum terjadi dan bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Untuk mencegah kondisi ini semakin parah, penting memahami penyebab serta cara penanganan yang tepat.
Mengapa Kulit Bisa Kering dan Bersisik?
Kulit kering dan bersisik terjadi ketika lapisan pelindung kulit (skin barrier) mengalami gangguan sehingga tidak mampu mempertahankan kelembapan alami. Akibatnya, air mudah menguap dari permukaan kulit.
Menurut penjelasan medis, beberapa faktor yang paling sering memicu kulit kering bersisik antara lain:
1. Paparan Cuaca Ekstrem
Udara yang terlalu dingin, panas berlebih, atau kelembapan rendah dapat membuat kulit kehilangan minyak alaminya. Kondisi ini sering memburuk saat musim hujan atau saat berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama.
2. Kebiasaan Mandi Air Panas
Mandi terlalu lama dengan air panas dapat melarutkan lemak alami kulit. Hal ini membuat kulit terasa bersih sesaat, namun menjadi sangat kering setelahnya.
3. Penggunaan Sabun yang Terlalu Keras
Sabun dengan kandungan deterjen tinggi seperti SLS (Sodium Lauryl Sulfate) dapat merusak pH alami kulit dan mempercepat kerusakan skin barrier.
4. Kondisi Medis Tertentu
Beberapa penyakit dapat menyebabkan kulit kering bersisik, seperti:
- Dermatitis (eksim)
- Psoriasis
- Gangguan tiroid
- Diabetes
- Penyakit autoimun tertentu
Baca Juga : Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Mengatasinya
Gejala Kulit Kering Bersisik yang Sering Muncul
Kulit kering tidak selalu hanya terlihat kusam. Beberapa gejala lain yang sering menyertai, antara lain:
- Gatal (pruritus), terutama setelah mandi
- Kulit terasa kencang dan tertarik, terutama setelah terkena air
- Muncul garis-garis putih saat kulit digaruk ringan
- Kemerahan dan pengelupasan, terutama di kaki, tangan, dan lengan
- Kulit pecah-pecah hingga berdarah, pada kondisi yang lebih berat
Cara Mengatasi Kulit Kering dan Bersisik Secara Efektif
Untuk mengembalikan kelembapan dan kesehatan kulit, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan secara rutin:
1. Gunakan Pelembap Segera Setelah Mandi
Oleskan pelembap dalam waktu maksimal 3 menit setelah mandi saat kulit masih sedikit lembap. Cara ini membantu mengunci air di dalam kulit.
2. Pilih Pelembap dengan Kandungan Tepat
Gunakan produk yang mengandung:
- Ceramide → memperbaiki skin barrier
- Hyaluronic Acid → menarik dan menahan air
- Gliserin → menjaga kelembapan kulit lebih lama
3. Ganti Sabun Mandi
Pilih sabun yang bersifat gentle, bebas pewangi, dan tidak mengandung antiseptik keras. Sabun dengan label moisturizing atau for sensitive skin lebih disarankan.
4. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh
Minum air putih minimal 2 liter per hari membantu menjaga hidrasi kulit dari dalam.
5. Gunakan Humidifier
Jika sering berada di ruangan ber-AC, humidifier dapat membantu menjaga kelembapan udara sehingga kulit tidak semakin kering.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Kulit?
Segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit jika:
- Kulit tetap bersisik meskipun sudah rutin memakai pelembap
- Muncul luka bernanah, bengkak, atau nyeri
- Gatal terasa sangat hebat dan mengganggu aktivitas
- Kulit bersisik disertai gejala lain seperti demam atau nyeri sendi
Dokter akan menentukan apakah kondisi tersebut disebabkan oleh penyakit kulit tertentu dan memberikan terapi yang sesuai.
Kesimpulan
Kulit kering dan bersisik bukan sekadar masalah estetika, tetapi bisa menjadi tanda gangguan pada lapisan pelindung kulit atau kondisi medis tertentu. Dengan perawatan yang tepat, pemilihan produk yang sesuai, serta gaya hidup sehat, kondisi ini dapat dikendalikan dan dicegah agar tidak berulang.
Jika keluhan tidak membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kulit agar mendapatkan penanganan yang tepat sesuai penyebabnya.
Baca Juga : Cara menghilangkan jerawat




