Luka yang tiba-tiba mengeluarkan cairan kental berwarna putih, kekuningan, atau kehijauan sering menimbulkan kekhawatiran. Kondisi ini dikenal sebagai luka bernanah atau pus, dan menjadi tanda bahwa tubuh sedang berperang melawan infeksi bakteri.
Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi bisa menyebar lebih dalam dan memicu komplikasi serius. Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab, gejala, hingga cara mengobati luka bernanah agar cepat kering dan aman.
Apa Penyebab Luka Keluar Nanah?
Nanah terbentuk dari kumpulan sel darah putih yang mati, jaringan rusak, dan bakteri. Ini adalah respons alami sistem imun saat melawan infeksi.
Penyebab utama luka bernanah adalah infeksi bakteri, terutama:
- Staphylococcus aureus
- Streptococcus pyogenes
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko luka terinfeksi antara lain:
- Kebersihan luka yang kurang terjaga
- Luka terlalu dalam atau luas
- Paparan benda asing atau lingkungan kotor
- Sistem imun lemah
- Penyakit kronis seperti diabetes
Semakin lama luka terbuka tanpa perawatan yang benar, semakin tinggi risiko infeksi berkembang.
Baca Juga : Gigi Patah Karena Benturan? Pertolongan Pertama, dan Solusi
Gejala Infeksi pada Luka
Selain keluarnya nanah, terdapat beberapa tanda lain yang perlu diwaspadai:
1. Kemerahan dan Bengkak
Area sekitar luka tampak lebih merah dan membesar dibandingkan kulit sekitarnya.
2. Nyeri yang Meningkat
Rasa sakit tidak berkurang, justru bertambah intens seiring waktu.
3. Terasa Hangat Saat Disentuh
Kulit di sekitar luka terasa lebih panas dibanding area lain.
4. Bau Tidak Sedap
Aroma menyengat dari luka bisa menandakan infeksi yang cukup parah.
5. Demam
Jika tubuh mulai demam, infeksi mungkin sudah memengaruhi sistem tubuh secara keseluruhan.
Cara Mengobati Luka Bernanah agar Cepat Kering
Penanganan luka bernanah harus dilakukan dengan hati-hati agar infeksi tidak menyebar.
1. Cuci Tangan Sebelum Menyentuh Luka
Gunakan sabun dan air mengalir untuk memastikan tangan bersih sebelum membersihkan luka.
2. Kompres dengan Air Hangat
Gunakan kain bersih yang direndam air hangat untuk mengompres luka selama 10–15 menit. Cara ini membantu:
- Melunakkan kerak luka
- Melancarkan sirkulasi darah
- Membantu nanah keluar secara alami
Hindari memencet nanah secara paksa karena dapat mendorong bakteri masuk lebih dalam.
3. Bersihkan dengan Cairan Steril atau Antiseptik
Gunakan:
- Larutan saline (NaCl)
- Air bersih yang mengalir
- Antiseptik cair seperti povidone iodine
Bersihkan perlahan tanpa menggosok terlalu keras agar jaringan tidak semakin rusak.
4. Gunakan Salep Antibiotik Jika Diperlukan
Salep antibiotik topikal dapat membantu membunuh bakteri penyebab infeksi. Namun, penggunaan sebaiknya sesuai anjuran tenaga medis agar tidak memicu resistensi antibiotik.
5. Tutup dengan Perban Steril
Gunakan kasa steril untuk menutup luka. Ganti perban minimal dua kali sehari atau setiap kali terasa basah oleh cairan.
Lingkungan luka yang bersih dan kering membantu mempercepat proses penyembuhan.
Baca Juga : Kaligata : Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Gatal Bentol-Bentol
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera cari bantuan medis jika mengalami kondisi berikut:
- Demam di atas 38°C
- Muncul garis merah yang menjalar dari luka
- Nyeri semakin parah
- Luka tidak membaik dalam 5–7 hari
- Nanah keluar dalam jumlah banyak atau berbau busuk
Dokter mungkin akan memberikan antibiotik oral atau melakukan tindakan drainase untuk mengeluarkan nanah secara medis.
Risiko Jika Luka Bernanah Tidak Diobati
Mengabaikan luka terinfeksi dapat menyebabkan komplikasi seperti:
- Selulitis
- Abses yang membesar
- Infeksi menyebar ke aliran darah
- Penyembuhan luka menjadi lebih lama
Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih berat.
Kesimpulan
Luka keluar nanah adalah sinyal bahwa tubuh sedang menghadapi infeksi bakteri. Dengan menjaga kebersihan, melakukan perawatan yang tepat, serta segera mencari bantuan medis jika diperlukan, luka dapat sembuh dengan baik dan cepat kering.
Jangan abaikan tanda-tanda infeksi. Luka kecil yang dirawat dengan benar akan sembuh lebih cepat daripada luka yang dibiarkan tanpa perhatian.
Baca Juga : Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Mengatasinya




