Eksim Basah: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya Secara Efektif

Eksim basah, atau dalam istilah medis dikenal sebagai eksim numular (dermatitis numularis), merupakan salah satu bentuk peradangan kulit kronis yang cukup sering ditemukan. Kondisi ini ditandai dengan munculnya luka terbuka yang mengeluarkan cairan, sehingga permukaan kulit tampak basah, lengket, dan mudah terinfeksi.

Eksim basah tidak hanya menimbulkan gangguan fisik berupa gatal dan nyeri, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Rasa gatal hebat yang muncul berulang kali dapat mengganggu tidur, aktivitas harian, hingga menyebabkan stres emosional. Jika tidak ditangani dengan tepat, eksim basah berisiko mengalami infeksi sekunder oleh bakteri, yang dapat memperparah peradangan dan memperlambat proses penyembuhan.

Gejala Eksim Basah yang Perlu Diwaspadai

Gejala eksim basah umumnya berkembang secara bertahap. Pada awalnya, kulit mungkin hanya tampak kering dan kemerahan, namun seiring waktu dapat berkembang menjadi luka yang berair dan meradang. Berikut beberapa gejala khas yang perlu diperhatikan:

Bercak Berbentuk Koin

Eksim basah sering muncul dalam bentuk bercak bulat atau oval yang menyerupai koin. Bentuk ini menjadi ciri khas eksim numular dan membedakannya dari jenis eksim lain. Ukuran bercak dapat bervariasi, mulai dari kecil hingga cukup besar, dan bisa muncul di lengan, kaki, tangan, maupun badan.

Luka Berair (Oozing)

Pada fase aktif, luka eksim basah dapat mengeluarkan cairan bening atau cairan bernanah jika sudah terinfeksi. Cairan ini membuat kulit tampak lembap dan lengket. Setelah beberapa waktu, cairan akan mengering dan membentuk keropeng berwarna kekuningan, yang sering kali membuat penderita ingin mengelupasnya, padahal hal tersebut justru dapat memperburuk luka.

Gatal Hebat

Rasa gatal pada eksim basah tergolong sangat intens dan sering memburuk pada malam hari. Dorongan untuk menggaruk biasanya sulit dikendalikan, namun garukan berulang dapat menyebabkan luka semakin terbuka, memperbesar risiko infeksi, dan memperpanjang masa penyembuhan.

Kulit Kemerahan dan Bersisik

Kulit di sekitar area eksim tampak merah, meradang, dan sangat kering. Sisik halus maupun kasar dapat muncul di sekeliling luka, menandakan adanya gangguan pada lapisan pelindung kulit (skin barrier).

Baca Juga : Penyebab dan Gejala Kutil Kelamin

Penyebab dan Faktor Risiko Eksim Basah

Hingga saat ini, penyebab pasti eksim basah belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini berkaitan dengan gangguan fungsi pelindung kulit serta respons sistem imun yang berlebihan. Beberapa faktor berikut diketahui dapat memicu atau memperburuk eksim basah:

Kulit Sangat Kering

Kulit yang terlalu kering kehilangan minyak alami yang berfungsi sebagai pelindung. Akibatnya, kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi, peradangan, dan infeksi. Kondisi ini sering ditemukan pada orang yang jarang menggunakan pelembap atau sering terpapar udara dingin dan kering.

Iritasi Lingkungan

Paparan zat iritan seperti deterjen keras, sabun berpewangi, antiseptik kuat, bahan kimia, hingga logam tertentu seperti nikel dapat memicu reaksi peradangan pada kulit. Kontak berulang dengan zat-zat ini dapat memperburuk eksim basah yang sudah ada.

Riwayat Alergi

Individu dengan riwayat penyakit alergi, seperti asma, rinitis alergi, atau dermatitis atopik, memiliki risiko lebih tinggi mengalami eksim basah. Hal ini berkaitan dengan sistem imun yang lebih sensitif terhadap rangsangan tertentu.

Stres dan Perubahan Suhu

Stres emosional dapat memicu pelepasan hormon yang memperburuk peradangan kulit. Selain itu, perubahan suhu ekstrem, baik udara terlalu dingin maupun panas, dapat mengganggu keseimbangan kelembapan kulit dan memicu kekambuhan eksim.

Baca Juga : Ketahui Gejala Penyakit Okronosis Sejak Dini

Cara Mengobati Eksim Basah Secara Efektif

Pengobatan eksim basah bertujuan untuk mengurangi peradangan, menghentikan keluarnya cairan, meredakan gatal, serta mencegah infeksi. Penanganan biasanya disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi kulit.

Penggunaan Kortikosteroid

Krim atau salep kortikosteroid merupakan terapi utama untuk mengurangi peradangan dan kemerahan pada eksim basah. Obat ini membantu menekan respons imun berlebihan pada kulit. Penggunaannya harus sesuai anjuran dokter, baik dari segi dosis maupun lama pemakaian, untuk menghindari efek samping.

Kompres Dingin

Kompres dingin menggunakan kain bersih yang dibasahi air dapat membantu mengurangi rasa gatal, nyeri, dan keluarnya cairan dari luka. Metode ini juga memberikan efek menenangkan pada kulit yang meradang.

Antibiotik

Jika terdapat tanda-tanda infeksi seperti nanah, bau tidak sedap, nyeri hebat, atau demam, dokter dapat meresepkan antibiotik, baik dalam bentuk salep maupun obat minum. Antibiotik berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Menjaga Kelembapan Kulit

Penggunaan pelembap khusus kulit sensitif atau hipoalergenik sangat penting untuk memperbaiki lapisan pelindung kulit. Pelembap sebaiknya digunakan segera setelah mandi agar kelembapan kulit terkunci dengan optimal.

Tips Pencegahan Eksim Basah agar Tidak Kambuh

Eksim basah bersifat kronis dan dapat kambuh sewaktu-waktu. Oleh karena itu, pencegahan berperan penting dalam menjaga kondisi kulit tetap stabil.

Gunakan Sabun Lembut

Pilih sabun dengan formula lembut, bebas pewangi, dan bebas alkohol agar tidak merusak lapisan pelindung kulit.

Hindari Mandi Air Panas

Mandi dengan air panas terlalu lama dapat menghilangkan minyak alami kulit. Sebaiknya gunakan air hangat dan batasi durasi mandi.

Kelola Stres dengan Baik

Mengelola stres melalui istirahat cukup, olahraga ringan, atau teknik relaksasi dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan eksim.

Pilih Pakaian yang Nyaman

Gunakan pakaian berbahan katun yang lembut, tidak terlalu ketat, dan mampu menyerap keringat agar kulit tidak mudah teriritasi.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter kulit apabila tidak membaik, semakin meluas, terasa sangat nyeri, atau disertai demam. Pemeriksaan dan penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah infeksi berat, jaringan parut, serta kekambuhan yang lebih sering.

Baca Juga : Mengenal Treatment Caviar Brightening

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *