Banjir bukan hanya menyebabkan kerusakan lingkungan dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga membawa dampak serius bagi kesehatan, terutama kesehatan kulit. Air banjir umumnya tercemar lumpur, sampah, limbah rumah tangga, hingga kuman berbahaya seperti bakteri, jamur, dan parasit.
Paparan air banjir dapat merusak lapisan pelindung alami kulit (skin barrier), sehingga kulit menjadi lebih rentan mengalami iritasi dan infeksi. Jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan kulit ini dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Berikut adalah 5 penyakit kulit yang paling sering muncul saat banjir, lengkap dengan gejala dan cara pencegahannya.
1. Dermatitis Kontak (Iritasi Kulit)
Dermatitis kontak merupakan gangguan kulit yang paling umum terjadi saat banjir. Kondisi ini muncul akibat kontak langsung kulit dengan zat iritan dalam air banjir, seperti bahan kimia, deterjen, limbah, atau lumpur kotor.
Gejala:
- Kulit kemerahan
- Gatal hebat
- Rasa perih atau panas
- Kulit kering dan mengelupas
Penanganan Awal:
Segera bilas area kulit yang terpapar dengan air bersih mengalir dan sabun lembut atau antiseptik. Hindari menggaruk karena dapat memperparah iritasi dan memicu infeksi sekunder.
2. Infeksi Jamur (Kutu Air / Tinea Pedis)
Lingkungan lembap akibat kaki yang terus-menerus terendam air banjir menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan jamur. Infeksi jamur paling sering menyerang sela-sela jari kaki.
Gejala:
- Kulit sela jari memutih
- Gatal dan bersisik
- Bau tidak sedap
- Kulit pecah-pecah atau perih
Pencegahan:
- Keringkan kaki dengan sempurna setelah terkena air
- Ganti kaus kaki yang basah atau lembap
- Gunakan alas kaki yang bersih dan kering
Baca Juga : IPL Hair Removal: Solusi Efektif Hilangkan Bulu Tanpa Rasa Sakit
3. Infeksi Bakteri (Impetigo dan Bisul)
Air banjir mengandung berbagai bakteri berbahaya yang dapat masuk ke dalam kulit melalui luka kecil, lecet, atau pori-pori yang terbuka. Infeksi bakteri sering muncul dalam bentuk impetigo atau bisul.
Gejala:
- Benjolan merah bernanah
- Luka berkerak kekuningan
- Nyeri pada area kulit
- Bisa disertai demam pada kondisi tertentu
Hal yang Perlu Diwaspadai:
Infeksi bakteri yang tidak ditangani dapat menyebar dengan cepat dan menimbulkan komplikasi, terutama pada anak-anak dan lansia.
4. Leptospirosis
Leptospirosis dikenal sebagai penyakit yang berkaitan erat dengan banjir. Bakteri Leptospira biasanya berasal dari urine tikus yang mencemari air banjir dan masuk ke tubuh melalui luka terbuka di kulit.
Gejala Awal:
- Demam tinggi mendadak
- Nyeri otot dan sendi
- Sakit kepala
- Ruam kemerahan pada kulit
Pencegahan Utama:
Gunakan alat pelindung seperti sepatu boot karet dan sarung tangan saat harus beraktivitas di area banjir, serta hindari kontak langsung dengan air jika terdapat luka terbuka.
5. Kudis (Scabies)
Kudis atau scabies sering muncul di lingkungan pengungsian yang padat dan kurang higienis. Penyakit ini disebabkan oleh tungau kecil yang mudah menular melalui kontak kulit atau penggunaan barang pribadi secara bersama-sama.
Gejala:
- Gatal hebat, terutama pada malam hari
- Bintik atau ruam kecil
- Sering muncul di sela jari, pergelangan tangan, ketiak, dan lipatan kulit
Pencegahan:
- Jaga kebersihan tubuh secara rutin
- Hindari berbagi handuk, pakaian, atau alas tidur
- Cuci pakaian dan seprai dengan air panas jika memungkinkan
Tips Mencegah Penyakit Kulit Saat Banjir
Agar kulit tetap sehat selama dan setelah banjir, lakukan langkah-langkah pencegahan berikut:
- Gunakan pelindung diri seperti sepatu boot dan sarung tangan karet
- Segera mandi dan bilas tubuh dengan sabun setelah terkena air banjir
- Jaga area lipatan tubuh tetap kering (sela jari, ketiak, selangkangan)
- Segera bersihkan dan tutup luka kecil dengan plester kedap air
- Hindari menggaruk area kulit yang gatal atau iritasi
Kesimpulan
Penyakit kulit saat banjir sering kali dianggap sepele, padahal dapat menimbulkan dampak serius jika tidak ditangani dengan tepat. Menjaga kebersihan, melindungi kulit dari paparan air banjir, serta melakukan perawatan dini merupakan kunci utama pencegahan.
Jika muncul gejala kulit yang tidak membaik, terasa semakin nyeri, atau disertai demam, segera lakukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Baca Juga : Kok Cepat Kuning? Ini Alasan Gigi Kamu Gak Seputih Dulu!




