Pusar mungkin kecil dan tersembunyi, tetapi ia bisa menjadi “ruang rahasia” tempat keringat, sel kulit mati, dan kuman berpesta diam diam. Ketika kebersihannya terabaikan, area ini bisa terasa gatal, lembap, bahkan mengeluarkan bau tak sedap.
Jika Anda mengalami pusar gatal dan berbau, jangan anggap sepele. Kondisi ini bisa menjadi tanda infeksi atau gangguan kulit tertentu yang perlu ditangani dengan benar.
Mengapa Pusar Rentan Bermasalah?
Bentuk pusar yang cekung dan berlipat membuatnya mudah menyimpan:
- Keringat
- Sel kulit mati
- Sisa sabun
- Debu dan kotoran
Lingkungan yang hangat dan lembap menciptakan tempat ideal bagi bakteri dan jamur berkembang biak. Tanpa pembersihan yang tepat, bau dan iritasi pun muncul.
Penyebab Utama Pusar Gatal dan Berbau
Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi:
1. Infeksi Bakteri atau Jamur
Jamur seperti Candida dan berbagai jenis bakteri menyukai area lembap. Infeksi biasanya ditandai dengan:
- Kemerahan
- Gatal hebat
- Nyeri ringan hingga sedang
- Cairan kental atau berbau
Jika tidak ditangani, infeksi bisa memburuk dan menyebar ke jaringan sekitar.
2. Kurangnya Kebersihan
Banyak orang lupa membersihkan pusar saat mandi. Penumpukan daki, keringat, dan residu sabun dapat membusuk dan menghasilkan bau tidak sedap.
Kadang yang terlihat seperti “kotoran biasa” sebenarnya sudah menjadi koloni bakteri kecil.
Baca Juga : Cara Menghilangkan Bekas Luka di Kulit secara Efektif dan Aman
3. Kista Epidermoid atau Kista Sebasea
Benjolan kecil di dalam pusar bisa berupa kista. Jika pecah atau terinfeksi, cairan berminyak berbau tajam dapat keluar. Kondisi ini memerlukan evaluasi medis.
4. Dermatitis Kontak atau Reaksi Alergi
Alergi terhadap logam sabuk, kancing celana, atau aksesori tindik dapat memicu ruam dan gatal di sekitar pusar.
Kulit bisa tampak kemerahan, kering, bahkan mengelupas.
5. Tindik Pusar yang Terinfeksi
Lubang tindik adalah pintu masuk bakteri. Jika tidak dirawat dengan baik, dapat muncul:
- Nanah
- Bengkak
- Nyeri
- Bau tidak sedap
Perawatan luka tindik yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi.
Cara Ampuh Mengatasi Pusar Gatal dan Bau
Jangan menggaruk dengan kuku karena dapat menimbulkan luka mikro dan memperparah infeksi.
Berikut langkah yang bisa Anda lakukan:
Bersihkan Secara Rutin
Gunakan sabun lembut dan air hangat saat mandi. Untuk pusar yang dalam, gunakan cotton bud yang dibasahi air hangat atau alkohol ringan.
Pastikan Pusar Kering
Setelah mandi, keringkan dengan handuk bersih atau tisu. Jamur menyukai kelembapan yang tertinggal.
Gunakan Kompres Dingin
Untuk meredakan gatal, kompres dingin selama 15 sampai 20 menit dapat membantu mengurangi peradangan.
Hindari Benda Tajam
Jangan mengorek pusar dengan kuku atau benda keras. Risiko luka dan infeksi jauh lebih besar dibanding manfaatnya.
Baca Juga : Arti Posisi Jerawat di Wajah: Tanda Masalah Kesehatan atau Sekadar Mitos?
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke tenaga medis atau gunakan layanan seperti Halodoc atau Alodokter jika muncul gejala berikut:
- Pusar mengeluarkan nanah atau darah
- Nyeri hebat dan pembengkakan
- Demam tinggi
- Benjolan semakin membesar
- Bau semakin menyengat meski sudah dibersihkan
Penanganan medis mungkin diperlukan berupa obat antijamur, antibiotik, atau tindakan kecil jika terdapat kista.
Kesimpulan
Pusar gatal dan berbau bukan sekadar masalah kebersihan, tetapi bisa menjadi sinyal infeksi atau gangguan kulit tertentu. Menjaga kebersihan pusar adalah langkah sederhana yang sering terlupakan, padahal dampaknya besar bagi kesehatan dan rasa percaya diri.
Rawat area kecil ini dengan perhatian yang sama seperti bagian tubuh lainnya. Karena bahkan sudut paling tersembunyi pun berhak mendapatkan perawatan terbaik.
Baca Juga : Tips Mengatur Pola Tidur Saat Puasa Agar Tetap Segar dan Produktif




