Apa Itu Lidah Terbakar?

Pernahkah Anda terburu-buru meminum kopi panas atau menyantap makanan yang baru matang, lalu tiba-tiba merasakan lidah perih dan panas? Kondisi tersebut dapat terjadi ketika jaringan di permukaan lidah mengalami iritasi atau cedera akibat paparan suhu yang terlalu tinggi.

Lidah terbakar akibat makanan atau minuman panas umumnya merupakan cedera ringan dan dapat membaik dengan sendirinya. Meski begitu, rasa perih, panas, atau perubahan kemampuan mengecap dapat membuat aktivitas makan dan berbicara menjadi kurang nyaman.

Selain paparan panas, sensasi seperti lidah terbakar juga dapat muncul karena kondisi lain, salah satunya Burning Mouth Syndrome. Karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya agar penanganannya sesuai.

Gejala Lidah Terbakar yang Sering Terjadi

Gejala lidah terbakar dapat berbeda tergantung tingkat iritasi atau cedera yang dialami. Beberapa keluhan yang umum meliputi:

Rasa Perih atau Terbakar

Lidah dapat terasa panas, perih, atau nyeri setelah bersentuhan dengan makanan atau minuman yang terlalu panas.

Lidah Tampak Kemerahan

Area yang terkena panas dapat terlihat lebih merah atau mengalami perubahan pada permukaan lidah.

Sensasi Mati Rasa atau Kesemutan

Cedera akibat panas terkadang dapat menyebabkan mati rasa atau kesemutan sementara pada area yang terdampak.

Kemampuan Mengecap Berubah

Paparan panas dapat mengganggu fungsi kuncup pengecap untuk sementara sehingga makanan terasa berbeda dari biasanya.

Pembengkakan atau Lepuhan

Pada cedera yang lebih berat, dapat muncul pembengkakan atau lepuhan pada jaringan mulut. Kondisi seperti ini perlu diperhatikan, terutama jika keluhan semakin parah.

Apa Penyebab Lidah Terbakar?

Sensasi terbakar pada lidah tidak selalu disebabkan oleh makanan atau minuman panas. Secara umum, beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:

Makanan dan Minuman yang Terlalu Panas

Ini merupakan salah satu penyebab paling umum. Kopi, teh, sup, makanan yang baru keluar dari oven, atau makanan dengan isian yang sangat panas dapat menyebabkan cedera pada permukaan lidah.

Tingkat cedera dapat berbeda-beda, mulai dari iritasi ringan hingga luka bakar yang lebih serius.

Makanan Pedas atau Asam

Makanan pedas dan asam tidak menyebabkan luka bakar termal seperti makanan panas, tetapi dapat memperparah rasa perih pada lidah yang sedang mengalami iritasi atau luka.

Iritasi pada Rongga Mulut

Beberapa kebiasaan atau produk tertentu dapat menyebabkan iritasi pada jaringan mulut, misalnya penggunaan produk perawatan mulut yang tidak sesuai atau konsumsi makanan tertentu yang menimbulkan sensasi tidak nyaman.

Burning Mouth Syndrome

Jika sensasi terbakar pada lidah berlangsung terus-menerus atau berulang tanpa penyebab yang jelas, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan Burning Mouth Syndrome (BMS).

BMS dapat menyebabkan sensasi terbakar, kesemutan, atau nyeri pada lidah dan area mulut meskipun tidak selalu ditemukan luka yang jelas. Kondisi ini dapat memiliki berbagai faktor yang berkaitan, sehingga evaluasi dokter atau dokter gigi diperlukan untuk mencari penyebabnya.

Cara Mengatasi Lidah Terbakar di Rumah

Jika lidah terbakar setelah mengonsumsi makanan atau minuman panas dan gejalanya tergolong ringan, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Dinginkan Area yang Terkena

Segera setelah terkena makanan atau minuman panas, Anda dapat membilas atau berkumur dengan air bersuhu sejuk untuk membantu mendinginkan area yang terkena.

Hindari menempelkan es batu langsung pada jaringan yang terluka dalam waktu lama karena suhu yang terlalu dingin juga dapat menyebabkan iritasi.

Pilih Makanan yang Lembut dan Tidak Mengiritasi

Selama lidah masih terasa perih, pilih makanan dengan tekstur lembut dan suhu yang tidak terlalu panas.

Hindari sementara makanan yang sangat pedas, asam, terlalu asin, atau bertekstur keras karena dapat memperparah rasa tidak nyaman.

Cukupi Kebutuhan Cairan

Minum air yang cukup dapat membantu menjaga kelembapan rongga mulut dan membuat mulut terasa lebih nyaman selama proses pemulihan.

Jaga Kebersihan Mulut

Tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut selama masa pemulihan. Sikat gigi secara perlahan dan hindari menggosok area lidah yang sedang terasa sakit secara berlebihan.

Hindari Rokok dan Alkohol

Rokok dan alkohol dapat mengiritasi jaringan mulut. Sebaiknya hindari keduanya, terutama ketika terdapat luka atau iritasi pada lidah.

Apakah Madu Bisa Membantu Lidah Terbakar?

Madu sering digunakan sebagai bahan alami untuk membantu menenangkan berbagai keluhan pada mulut. Namun, madu bukan pengganti penanganan medis, terutama jika luka bakar pada lidah cukup berat.

Jika ingin menggunakan bahan tertentu untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman, pastikan tidak memiliki alergi dan jangan mengoleskan bahan yang berpotensi mengiritasi luka.

Untuk luka bakar yang lebih serius, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter atau dokter gigi.

Berapa Lama Lidah Terbakar Bisa Sembuh?

Lidah memiliki kemampuan regenerasi yang cukup baik sehingga cedera ringan akibat makanan atau minuman panas umumnya dapat membaik dalam beberapa hari.

Namun, waktu pemulihan dapat berbeda tergantung tingkat cedera. Jika rasa sakit semakin berat, luka tidak membaik, atau muncul gejala lain, sebaiknya jangan menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pemeriksaan.

Kapan Lidah Terbakar Perlu Diperiksakan?

Tidak semua lidah terbakar membutuhkan pemeriksaan medis. Namun, segera konsultasikan kepada dokter atau dokter gigi jika mengalami kondisi seperti:

  • Nyeri atau sensasi terbakar tidak kunjung membaik.
  • Luka atau lepuhan pada lidah cukup luas atau semakin parah.
  • Muncul pembengkakan yang mengganggu makan atau berbicara.
  • Terdapat tanda infeksi seperti nanah atau demam.
  • Sulit menelan atau bernapas.
  • Sensasi terbakar muncul tanpa paparan makanan atau minuman panas dan terus berulang.
  • Keluhan disertai perubahan rasa yang menetap.

Jika sensasi terbakar muncul tanpa penyebab yang jelas dan berlangsung lama, dokter atau dokter gigi dapat membantu mengevaluasi kemungkinan penyebabnya, termasuk kondisi seperti Burning Mouth Syndrome.

Cara Mencegah Lidah Terbakar

Lidah terbakar akibat makanan atau minuman panas sebenarnya dapat dicegah dengan beberapa kebiasaan sederhana.

Periksa Suhu Makanan dan Minuman

Sebelum makan atau minum, beri waktu agar makanan tidak terlalu panas. Anda juga dapat mencoba sedikit makanan terlebih dahulu untuk memastikan suhunya aman.

Jangan Terburu-Buru Menyantap Makanan

Makanan yang baru matang terkadang memiliki bagian tertentu yang jauh lebih panas, terutama makanan dengan kuah, saus, atau isian yang meleleh.

Berhati-Hati dengan Minuman Panas

Kopi, teh, dan minuman panas lainnya sebaiknya tidak langsung diminum ketika baru diseduh. Tunggu hingga suhunya lebih nyaman untuk dikonsumsi.

Kesimpulan

Lidah terbakar paling sering terjadi akibat paparan makanan atau minuman yang terlalu panas. Kondisi ringan umumnya dapat membaik dengan sendirinya, terutama jika area yang terkena segera didinginkan dan Anda menghindari makanan yang dapat memperparah iritasi.

Namun, sensasi terbakar pada lidah yang menetap atau muncul tanpa penyebab yang jelas dapat berkaitan dengan kondisi lain, seperti Burning Mouth Syndrome. Jika keluhan berlangsung lama, semakin parah, atau disertai gejala lain, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau dokter gigi.

Mulai sekarang, beri waktu sejenak sebelum menyeruput kopi atau menyantap makanan panas. Lidah Anda juga butuh sedikit “uji suhu” sebelum diajak makan.

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *