High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) merupakan salah satu prosedur estetika non-bedah yang menggunakan energi ultrasound terfokus untuk memberikan efek pengencangan pada jaringan kulit. Prosedur ini menjadi salah satu pilihan bagi orang yang ingin membantu memperbaiki tampilan kulit kendur tanpa menjalani operasi.
Namun, sebelum menjalani treatment, ada satu pertanyaan yang sering muncul: apakah treatment HIFU sakit?
Jawabannya dapat berbeda pada setiap orang. HIFU tidak menggunakan sayatan atau jarum suntik, tetapi energi ultrasound yang diberikan ke jaringan dapat menimbulkan sensasi tertentu selama prosedur.
Bagaimana Rasanya Saat Treatment HIFU?
Sensasi selama HIFU umumnya berbeda-beda tergantung kondisi kulit, area yang ditangani, perangkat yang digunakan, serta pengaturan energi.
Beberapa orang menggambarkan sensasinya sebagai:
- Rasa hangat atau panas pada area tertentu.
- Sensasi cekit-cekit atau seperti sengatan singkat.
- Rasa linu atau pegal, terutama pada area yang dekat dengan tulang.
- Sensasi tidak nyaman yang muncul ketika energi ultrasound diberikan pada titik tertentu.
Jadi, HIFU bukan berarti sama sekali tidak terasa. Tingkat ketidaknyamanannya dapat berbeda pada setiap pasien.
Faktor yang Memengaruhi Rasa Tidak Nyaman Saat HIFU
Mengapa pengalaman setiap orang saat HIFU bisa berbeda? Beberapa faktor berikut dapat memengaruhinya.
1. Sensitivitas Masing-Masing Orang
Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas dan toleransi terhadap rasa tidak nyaman yang berbeda. Karena itu, pengalaman seseorang saat HIFU belum tentu sama dengan pengalaman orang lain.
2. Area yang Ditangani
Beberapa area wajah dapat terasa lebih sensitif, terutama area yang memiliki jaringan lebih tipis atau berdekatan dengan struktur tulang.
Sensasi yang dirasakan pada rahang, tulang pipi, atau area tertentu di sekitar wajah dapat berbeda dengan area lainnya.
3. Pengaturan Energi dan Perangkat
HIFU bekerja dengan memberikan energi ultrasound terfokus pada kedalaman jaringan tertentu. Pengaturan energi dan kedalaman treatment perlu disesuaikan dengan tujuan tindakan serta kondisi pasien.
Energi yang lebih tinggi tidak selalu berarti hasil yang lebih baik. Penentuan parameter sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten sesuai perangkat dan indikasinya.
Apakah HIFU Menggunakan Anestesi?
Tidak semua prosedur HIFU membutuhkan anestesi topikal. Kebutuhan anestesi atau metode untuk meningkatkan kenyamanan dapat bergantung pada perangkat, area tindakan, protokol klinik, serta toleransi pasien.
Jika Sahabat Sehat Alifah memiliki kekhawatiran mengenai rasa sakit, komunikasikan hal tersebut sebelum tindakan. Tenaga medis dapat menjelaskan sensasi yang mungkin dirasakan dan langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan selama prosedur.
Tips agar Treatment HIFU Lebih Nyaman
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu membuat pengalaman HIFU lebih nyaman.
Komunikasikan Sensasi yang Dirasakan
Jangan menahan rasa tidak nyaman secara berlebihan. Beri tahu tenaga medis apabila sensasi yang dirasakan terlalu kuat sehingga pengaturan tindakan dapat dievaluasi sesuai kondisi dan protokol yang berlaku.
Pastikan Kondisi Kulit dalam Keadaan Baik
Sampaikan kepada tenaga medis apabila sedang mengalami iritasi, luka, infeksi, atau masalah kulit tertentu di area yang akan ditangani. Kondisi kulit perlu dinilai terlebih dahulu sebelum prosedur dilakukan.
Pilih Klinik dan Tenaga Medis yang Kompeten
HIFU merupakan prosedur yang membutuhkan pemilihan perangkat, kedalaman, serta parameter energi yang tepat. Karena itu, tindakan sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis yang memiliki kompetensi dan menggunakan perangkat yang sesuai.
Apa Efek Samping HIFU?
HIFU merupakan prosedur non-bedah sehingga umumnya tidak membutuhkan masa pemulihan seperti operasi. Namun, bukan berarti prosedur ini bebas dari efek samping.
Beberapa reaksi yang dapat terjadi setelah HIFU antara lain:
- Kemerahan ringan pada kulit.
- Pembengkakan ringan.
- Rasa nyeri atau linu sementara.
- Kulit terasa lebih sensitif atau nyeri ketika disentuh.
- Kesemutan atau sensasi perubahan rasa sementara pada sebagian orang.
Sebagian besar efek tersebut dapat membaik secara bertahap. Namun, efek samping yang berat, menetap, atau tidak biasa perlu segera dikonsultasikan kepada tenaga medis.
Risiko HIFU juga dapat berbeda tergantung jenis perangkat, parameter energi, area yang ditangani, dan teknik penggunaannya. Oleh karena itu, pemilihan klinik dan tenaga medis menjadi bagian penting dari keamanan prosedur.
Kapan Hasil HIFU Mulai Terlihat?
Hasil HIFU tidak selalu terlihat secara instan. Sebagian perubahan mungkin tampak lebih awal, tetapi efek pengencangan yang berkaitan dengan respons jaringan dan pembentukan kolagen dapat berkembang secara bertahap dalam beberapa minggu hingga bulan.
Hasil setiap orang juga dapat berbeda. Faktor seperti kondisi kulit, usia, tingkat kekenduran, jenis perangkat, dan teknik treatment dapat memengaruhi hasil yang diperoleh.
Karena itu, sebaiknya jangan menjadikan hasil atau waktu tertentu sebagai jaminan sebelum menjalani treatment.
Apakah HIFU Cocok untuk Semua Orang?
Tidak semua orang otomatis menjadi kandidat yang sesuai untuk HIFU.
Sebelum menjalani prosedur, kondisi kulit dan tujuan perawatan perlu dinilai terlebih dahulu. Beri tahu tenaga medis mengenai kondisi kesehatan, obat yang sedang dikonsumsi, prosedur estetika sebelumnya, serta keluhan pada area yang akan ditangani.
Konsultasi terlebih dahulu membantu menentukan apakah HIFU sesuai atau justru diperlukan pilihan perawatan lain.
Jadi, Apakah Treatment HIFU Sakit?
Treatment HIFU dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi intensitasnya berbeda pada setiap orang. Sensasi yang muncul dapat berupa hangat, cekit-cekit, linu, atau pegal pada area tertentu.
Yang tidak kalah penting, jangan memilih HIFU hanya berdasarkan klaim “tanpa sakit” atau hasil instan. Pastikan prosedur dilakukan setelah kondisi kulit dan kebutuhan perawatan dinilai, dengan perangkat serta parameter yang sesuai.
Dengan konsultasi yang tepat dan komunikasi selama tindakan, pengalaman treatment dapat dibuat senyaman mungkin sekaligus tetap memperhatikan keamanan dan kondisi kulit.



