Jerawat yang meradang memang mengganggu. Namun, setelah jerawat mengempis, masalah belum tentu selesai. Bekas jerawat susah hilang sering kali membuat kulit terlihat memiliki noda atau tekstur yang tidak merata selama berbulan-bulan.
Perlu diketahui, bekas jerawat tidak selalu memiliki bentuk yang sama. Ada yang berupa noda kecokelatan, kemerahan, hingga perubahan tekstur seperti bopeng. Perbedaan jenis tersebut juga menentukan cara perawatan dan waktu yang dibutuhkan untuk membaik.
Lantas, kenapa bekas jerawat susah hilang? Yuk, kenali jenis, penyebab, dan cara mengatasinya.
3 Jenis Bekas Jerawat yang Perlu Diketahui
Sebelum memilih produk skincare atau treatment, penting untuk mengetahui jenis bekas jerawat yang dialami.
1. PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation)
PIH merupakan perubahan warna kulit yang menjadi lebih gelap setelah terjadi peradangan, termasuk akibat jerawat. Warnanya dapat berupa cokelat hingga kehitaman, terutama pada warna kulit yang lebih gelap.
Paparan sinar matahari dapat membuat hiperpigmentasi terlihat semakin jelas dan bertahan lebih lama.
2. PIE (Post-Inflammatory Erythema)
PIE berupa perubahan warna kemerahan atau keunguan yang dapat muncul setelah jerawat mengalami peradangan.
PIE berbeda dari PIH karena masalah utamanya berkaitan dengan perubahan pembuluh darah dan respons peradangan pada kulit, bukan peningkatan melanin.
3. Acne Scar atau Bopeng
Berbeda dari PIH dan PIE yang terutama berupa perubahan warna, acne scar merupakan perubahan struktur atau tekstur kulit akibat kerusakan jaringan selama proses peradangan jerawat.
Bentuknya dapat berupa ice pick scar, boxcar scar, atau rolling scar. Bekas jerawat jenis ini biasanya tidak cukup ditangani hanya dengan skincare biasa dan dapat membutuhkan prosedur medis tertentu.
Kenapa Bekas Jerawat Susah Hilang?
Ada beberapa faktor yang dapat membuat bekas jerawat membutuhkan waktu lebih lama untuk membaik.
Peradangan Jerawat Cukup Berat
Jerawat yang mengalami peradangan berat, terutama nodul atau kista, memiliki risiko lebih tinggi meninggalkan perubahan warna maupun jaringan parut.
Semakin berat proses peradangannya, semakin besar pula kemungkinan munculnya bekas jerawat yang membutuhkan penanganan lebih intensif.
Kebiasaan Memencet Jerawat
Memencet atau mengorek jerawat dapat memperparah trauma dan peradangan pada kulit. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko perubahan warna serta terbentuknya jaringan parut.
Karena itu, sebaiknya hindari menyentuh atau memencet jerawat secara sembarangan.
Paparan Sinar Matahari
Paparan ultraviolet dapat memperburuk hiperpigmentasi setelah peradangan. Akibatnya, noda bekas jerawat dapat terlihat semakin gelap dan lebih sulit memudar.
Perlindungan terhadap sinar matahari menjadi bagian penting dalam perawatan bekas jerawat, terutama jika kulit mengalami hiperpigmentasi.
Jenis Bekas Jerawat Berbeda
Noda hitam, kemerahan, dan bopeng merupakan kondisi yang berbeda. Produk yang membantu mengatasi perubahan warna belum tentu dapat memperbaiki perubahan tekstur kulit.
Inilah salah satu alasan mengapa perawatan bekas jerawat tidak bisa disamaratakan.
Cara Mengatasi Bekas Jerawat
Penanganan bekas jerawat perlu disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit. Berikut beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan.
1. Gunakan Skincare yang Sesuai
Beberapa bahan aktif dapat membantu menangani perubahan warna setelah jerawat, antara lain:
- Niacinamide, yang dapat membantu memperbaiki tampilan hiperpigmentasi dan mendukung fungsi skin barrier.
- Vitamin C, yang memiliki aktivitas antioksidan dan dapat membantu mencerahkan tampilan kulit.
- Retinoid, yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi jerawat sekaligus perubahan warna kulit tertentu.
- AHA atau BHA, yang dapat membantu proses eksfoliasi kulit jika digunakan sesuai kebutuhan dan toleransi kulit.
Tidak perlu menggunakan semua bahan aktif sekaligus. Penggunaan berlebihan justru dapat menyebabkan iritasi dan berpotensi memperburuk kondisi kulit.
2. Jangan Lewatkan Sunscreen
Sunscreen merupakan bagian penting dari perawatan bekas jerawat, terutama untuk membantu mencegah hiperpigmentasi semakin gelap akibat paparan sinar UV.
Gunakan sunscreen dengan SPF yang sesuai dan aplikasikan kembali sesuai kebutuhan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan atau terpapar sinar matahari dalam waktu lama.
3. Jangan Memencet Jerawat Aktif
Perawatan bekas jerawat sebaiknya dimulai dengan mengendalikan jerawat aktif. Jika jerawat terus muncul dan mengalami peradangan, risiko terbentuknya bekas baru juga tetap ada.
Hindari kebiasaan memencet jerawat dan gunakan produk yang sesuai dengan kondisi kulit.
Kapan Perlu Treatment di Dokter Kulit?
Jika bekas jerawat menetap, semakin mengganggu, atau berupa bopeng, konsultasi dengan dokter spesialis kulit dapat membantu menentukan pilihan perawatan yang sesuai.
Beberapa prosedur yang dapat dipertimbangkan berdasarkan jenis bekas jerawat antara lain:
Chemical Peeling
Chemical peeling menggunakan bahan kimia tertentu dengan konsentrasi yang disesuaikan untuk membantu memperbaiki kondisi permukaan kulit dan perubahan warna tertentu.
Laser atau Light-Based Treatment
Jenis laser atau terapi berbasis cahaya tertentu dapat digunakan untuk masalah pigmentasi, kemerahan, atau tekstur kulit. Pilihan teknologi harus disesuaikan dengan kondisi kulit dan jenis bekas jerawat.
Microneedling
Microneedling menggunakan jarum kecil untuk membuat mikrocedera yang terkontrol pada kulit. Prosedur ini dapat merangsang proses pembentukan kolagen dan digunakan pada kondisi tertentu, termasuk beberapa jenis acne scar.
Tidak semua treatment cocok untuk setiap jenis bekas jerawat. Dokter kulit perlu menilai kondisi kulit terlebih dahulu agar pilihan prosedur dan kombinasinya dapat disesuaikan.
Berapa Lama Bekas Jerawat Bisa Hilang?
Tidak ada waktu pasti yang berlaku untuk semua orang. Bekas jerawat dapat membaik secara bertahap dalam hitungan minggu hingga bulan, tergantung pada jenis bekas, kedalaman perubahan kulit, warna kulit, paparan matahari, serta perawatan yang dilakukan.
PIH dan PIE pada sebagian orang dapat memudar secara perlahan, sedangkan acne scar yang sudah menyebabkan perubahan tekstur cenderung membutuhkan penanganan khusus dan mungkin tidak dapat hilang sepenuhnya.
Bekas Jerawat Membutuhkan Perawatan yang Tepat
Bekas jerawat susah hilang bukan berarti tidak bisa ditangani. Namun, langkah pertama yang penting adalah mengetahui apakah masalah yang dialami berupa PIH, PIE, atau acne scar.
Jaga kulit dengan rutinitas yang sesuai, hindari memencet jerawat, gunakan sunscreen, dan jangan terburu-buru menumpuk banyak bahan aktif. Jika bekas jerawat menetap atau berupa bopeng, konsultasi dengan dokter spesialis kulit dapat membantu menentukan perawatan yang lebih tepat sesuai kondisi kulit.
Karena kulit yang sehat bukan tentang menghapus semua bekas dalam semalam, tetapi tentang memberikan penanganan yang tepat dan konsisten.



