Melahirkan melalui operasi caesar atau sesar merupakan proses besar yang membutuhkan masa pemulihan. Setelah persalinan, sebagian ibu mungkin merasa terganggu dengan tampilan bekas luka sesar di area perut, terutama jika bekas luka terlihat menebal, menggelap, gatal, atau terasa tidak nyaman.
Bekas luka merupakan bagian alami dari proses penyembuhan kulit. Meskipun tidak selalu dapat dihilangkan sepenuhnya, perawatan yang tepat dapat membantu membuat bekas luka menjadi lebih datar, lembut, dan samar.
Lalu, bagaimana cara menghilangkan bekas luka sesar dengan aman? Simak penjelasannya berikut ini.
Memahami Jenis Bekas Luka Sesar
Setiap orang dapat memiliki respons penyembuhan luka yang berbeda. Bekas luka sesar umumnya akan mengalami proses pematangan secara bertahap dan dapat terus berubah selama berbulan-bulan.
Pada sebagian orang, jaringan parut dapat berkembang menjadi:
Keloid
Keloid merupakan jaringan parut yang tumbuh melewati batas luka atau sayatan awal. Bentuknya dapat menonjol, terasa keras, gatal, atau tidak nyaman.
Bekas Luka Hipertrofik
Bekas luka hipertrofik juga tampak menebal dan menonjol, tetapi pertumbuhannya masih berada dalam batas luka awal.
Mengetahui jenis bekas luka penting karena pilihan perawatannya dapat berbeda.
Cara Merawat Bekas Luka Sesar di Rumah
Perawatan di rumah dapat membantu menjaga kondisi bekas luka, tetapi sebaiknya dilakukan setelah luka operasi benar-benar tertutup dan dokter menyatakan area tersebut sudah cukup aman untuk dirawat.
1. Gunakan Gel atau Lembaran Silikon
Silikon merupakan salah satu pilihan perawatan topikal yang banyak digunakan untuk membantu memperbaiki tampilan jaringan parut.
Penggunaan gel atau lembaran silikon secara rutin dapat membantu menjaga kelembapan area bekas luka serta membantu membuat jaringan parut yang menonjol menjadi lebih rata dan lembut.
Gunakan sesuai petunjuk produk dan jangan mengaplikasikannya pada luka yang masih terbuka atau belum sembuh.
2. Lakukan Pijat Bekas Luka Jika Sudah Diizinkan Dokter
Scar massage atau pijat jaringan parut dapat menjadi bagian dari perawatan setelah luka benar-benar sembuh. Teknik ini dilakukan dengan tekanan lembut pada jaringan di sekitar dan sepanjang bekas luka.
Pijat bekas luka dapat membantu meningkatkan kelenturan jaringan dan mengurangi rasa kaku atau tertarik pada sebagian orang.
Namun, waktu mulai dan teknik pijat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi luka. Jangan memijat area yang masih terbuka, basah, nyeri hebat, meradang, atau menunjukkan tanda infeksi.
3. Jaga Kelembapan Kulit
Kulit di sekitar bekas luka perlu tetap terawat dan tidak terlalu kering. Gunakan produk pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit dan hindari mengoleskan bahan yang berpotensi menyebabkan iritasi.
Bahan alami seperti aloe vera dapat memberikan efek melembapkan pada sebagian orang, tetapi belum tentu dapat menghilangkan jaringan parut. Karena itu, jangan menjadikan bahan alami sebagai pengganti perawatan medis jika bekas luka mengalami penebalan atau keluhan lain.
Perawatan Medis untuk Bekas Luka Sesar
Jika bekas luka tampak semakin menebal, menonjol, gatal, berubah warna, atau terasa mengganggu, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan jenis jaringan parut dan pilihan perawatan yang sesuai.
Beberapa tindakan yang dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi bekas luka antara lain:
Suntikan Kortikosteroid
Suntikan kortikosteroid dapat digunakan pada keloid atau bekas luka hipertrofik tertentu. Tujuannya membantu mengurangi ketebalan dan kekakuan jaringan parut.
Terapi Laser
Laser dapat menjadi salah satu pilihan untuk menangani karakteristik tertentu pada bekas luka, seperti kemerahan, perubahan warna, tekstur, atau jaringan parut yang menonjol. Jenis laser dan jumlah sesi perlu disesuaikan dengan kondisi bekas luka.
Tindakan Medis Lainnya
Pada kasus tertentu, dokter dapat mempertimbangkan kombinasi beberapa metode, termasuk tindakan khusus untuk jaringan parut yang menonjol. Pemilihan terapi tidak bisa disamaratakan karena kondisi setiap bekas luka berbeda.
Tips Agar Bekas Luka Sesar Tetap Terawat
Selain perawatan khusus, beberapa kebiasaan sederhana juga dapat membantu menjaga kondisi kulit selama proses pemulihan:
- Lindungi bekas luka dari sinar matahari. Paparan UV dapat membuat perubahan warna pada jaringan parut semakin terlihat. Jika area perut terekspos, gunakan perlindungan terhadap sinar matahari.
- Hindari menggaruk atau mengelupas jaringan parut. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan iritasi dan memperburuk kondisi kulit.
- Jaga kebersihan area luka. Ikuti instruksi perawatan luka yang diberikan setelah operasi.
- Penuhi kebutuhan nutrisi. Asupan protein, vitamin, mineral, dan pola makan seimbang mendukung proses penyembuhan tubuh secara keseluruhan.
- Perhatikan perubahan pada bekas luka. Jika luka semakin merah, terasa panas, mengeluarkan cairan, nyeri bertambah, atau disertai demam, segera periksakan ke dokter.
Kapan Bekas Luka Sesar Perlu Diperiksakan?
Tidak semua bekas luka sesar membutuhkan tindakan khusus. Namun, pemeriksaan dokter kulit sebaiknya dipertimbangkan jika bekas luka semakin menonjol, terasa gatal atau nyeri, melebar, mengalami perubahan warna yang mengganggu, atau tidak kunjung membaik.
Dokter dapat mengevaluasi apakah bekas luka termasuk keloid, hipertrofik, atau jenis jaringan parut lainnya, kemudian menentukan perawatan yang paling sesuai.
Kesimpulan
Menghilangkan bekas luka sesar hingga benar-benar tidak terlihat mungkin tidak selalu dapat dilakukan. Namun, dengan perawatan yang tepat, tampilannya dapat dibuat lebih samar, rata, dan nyaman.
Perawatan seperti silikon dapat digunakan setelah luka sembuh, sedangkan bekas luka yang menebal atau menonjol mungkin membutuhkan penanganan dokter kulit. Hindari mencoba tindakan atau bahan tertentu pada luka yang belum sembuh karena kondisi bekas luka perlu dinilai secara individual.
Jika Sahabat Sehat Alifah memiliki bekas luka sesar yang mengganggu atau semakin menonjol, konsultasikan dengan dokter kulit di Alifah Clinic untuk mendapatkan pemeriksaan dan rekomendasi perawatan sesuai kondisi kulit.




