Musim kemarau identik dengan cuaca panas, udara yang lebih kering, dan meningkatnya paparan debu serta polusi di beberapa wilayah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan, terutama jika tubuh kurang mendapatkan cairan, paparan panas tidak terkontrol, atau kebersihan lingkungan kurang terjaga.
Bukan berarti semua penyakit pasti muncul saat kemarau. Namun, beberapa gangguan kesehatan dapat menjadi lebih sering terjadi atau lebih mudah dipicu oleh kondisi lingkungan selama musim ini.
Lalu, apa saja penyakit musim kemarau yang perlu diwaspadai? Berikut beberapa di antaranya.
Daftar Penyakit yang Sering Terjadi Saat Musim Kemarau
1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Udara kering, debu, asap, dan polusi dapat mengiritasi saluran pernapasan. Paparan tersebut juga dapat memperburuk keluhan pada orang yang memiliki kondisi pernapasan tertentu.
ISPA sendiri merupakan istilah untuk berbagai infeksi pada saluran pernapasan dan dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri. Gejalanya dapat berupa batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, atau keluhan pernapasan lainnya.
Mengurangi paparan debu dan menjaga kebersihan tangan dapat membantu menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan.
2. Diare dan Gangguan Pencernaan
Ketersediaan air bersih yang terbatas dapat meningkatkan risiko masalah kebersihan makanan dan air. Air atau makanan yang terkontaminasi mikroorganisme dapat menyebabkan diare.
Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan diare adalah Escherichia coli atau E. coli. Namun, diare juga dapat disebabkan oleh berbagai virus, bakteri, parasit, maupun faktor lainnya.
Karena itu, pastikan air yang diminum aman dan makanan diolah serta disimpan dengan higienis.
3. Dehidrasi dan Heatstroke
Cuaca panas dapat meningkatkan kehilangan cairan melalui keringat. Jika cairan yang keluar tidak digantikan dengan cukup, tubuh dapat mengalami dehidrasi.
Gejalanya dapat berupa haus, mulut kering, lemas, pusing, sakit kepala, dan urine yang lebih sedikit atau berwarna lebih pekat.
Pada kondisi yang lebih berat, paparan panas ekstrem dapat menyebabkan heatstroke atau sengatan panas. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang dapat ditandai dengan suhu tubuh sangat tinggi, gangguan kesadaran, kebingungan, atau perilaku yang tidak biasa.
Jika dicurigai mengalami heatstroke, segera cari pertolongan medis.
4. Masalah dan Penyakit Kulit
Udara yang kering dapat membuat kulit lebih mudah kehilangan kelembapan sehingga terasa kering, kasar, gatal, atau bersisik.
Di sisi lain, aktivitas di luar ruangan dan cuaca panas dapat meningkatkan produksi keringat. Kondisi lembap pada area tubuh tertentu dapat memperburuk beberapa masalah kulit, termasuk biang keringat atau infeksi jamur pada orang yang rentan.
Menjaga kelembapan kulit, menggunakan pakaian yang nyaman, dan menjaga kebersihan tubuh dapat membantu menjaga kesehatan kulit selama musim kemarau.
5. Demam Berdarah Dengue (DBD)
DBD tidak hanya menjadi perhatian saat musim hujan. Nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang biak di wadah yang menampung air, termasuk tempat penampungan air di sekitar rumah.
Karena itu, pengendalian tempat perkembangbiakan nyamuk tetap penting sepanjang tahun.
Lakukan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.
6. Iritasi Mata
Debu, asap, angin, dan paparan lingkungan dapat membuat mata menjadi lebih mudah mengalami iritasi. Keluhannya dapat berupa mata merah, perih, gatal, berair, atau terasa seperti ada benda asing.
Hindari mengucek mata dengan tangan yang belum bersih. Jika mata mengalami keluhan yang menetap, nyeri berat, gangguan penglihatan, atau keluar cairan yang tidak biasa, sebaiknya periksakan ke dokter.
Tips Mencegah Penyakit Saat Musim Kemarau
Menjaga kesehatan selama musim kemarau dapat dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari.
1. Cukupi Kebutuhan Cairan
Minumlah air secara teratur dan sesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan tubuh, aktivitas, kondisi cuaca, serta kondisi kesehatan masing-masing.
Jika banyak beraktivitas di luar ruangan atau berkeringat lebih banyak, kebutuhan cairan dapat meningkat. Jangan hanya mengandalkan rasa haus sebagai satu-satunya tanda untuk minum.
2. Lindungi Diri dari Debu dan Polusi
Jika kualitas udara sedang buruk atau lingkungan berdebu, pertimbangkan menggunakan masker yang sesuai dan kurangi paparan di luar ruangan jika memungkinkan.
Jaga kebersihan tangan setelah beraktivitas di luar sebelum menyentuh wajah atau makan.
3. Pastikan Makanan dan Air Tetap Higienis
Gunakan air yang aman untuk minum dan memasak. Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.
Pastikan makanan dimasak dengan baik serta disimpan dengan cara yang tepat untuk mengurangi risiko kontaminasi.
4. Lindungi Kulit dari Sinar Matahari
Gunakan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih pada area kulit yang terpapar sinar matahari dan aplikasikan kembali sesuai kebutuhan, terutama ketika berada di luar ruangan dalam waktu lama.
Selain sunscreen, gunakan pakaian yang dapat melindungi kulit dan cari tempat teduh saat paparan matahari sedang terik.
Untuk mengatasi kulit kering, gunakan pelembap secara rutin sesuai kondisi kulit.
5. Jaga Kebersihan Lingkungan
Jangan biarkan wadah yang dapat menampung air terbuka begitu saja. Periksa area rumah secara rutin dan lakukan pemberantasan tempat perkembangbiakan nyamuk.
Menjaga lingkungan tetap bersih juga membantu mengurangi paparan debu dan berbagai sumber gangguan kesehatan lainnya.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Sebagian keluhan kesehatan saat musim kemarau dapat membaik dengan istirahat dan perawatan sederhana. Namun, jangan abaikan gejala yang berat atau semakin memburuk.
Segera periksakan diri jika mengalami sesak atau kesulitan bernapas, dehidrasi berat, demam tinggi yang menetap, penurunan kesadaran, muntah terus-menerus, diare berat, atau keluhan lain yang mengkhawatirkan.
Khusus pada dugaan heatstroke, pertolongan medis perlu segera diberikan karena kondisi ini dapat mengancam nyawa.
Kesimpulan
Musim kemarau dapat membawa beberapa tantangan bagi kesehatan, mulai dari ISPA, gangguan pencernaan, dehidrasi, heatstroke, masalah kulit, DBD, hingga iritasi mata.
Menjaga kecukupan cairan, kebersihan makanan dan air, melindungi kulit dari sinar matahari, mengurangi paparan debu, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah penting untuk membantu menjaga kesehatan selama musim kemarau.
Jika Sahabat Sehat Alifah atau keluarga mengalami keluhan yang tidak kunjung membaik atau semakin berat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Alifah Clinic agar kondisi dapat diperiksa dan ditangani sesuai penyebabnya.




