Mengapa Polishing Gigi Penting?

Pernah merasa permukaan gigi masih terasa kurang halus meskipun sudah menyikat gigi secara teratur? Atau melihat noda kecokelatan akibat kebiasaan minum kopi dan teh yang sulit hilang dengan sikat gigi biasa?

Salah satu perawatan yang dapat membantu mengatasi noda pada permukaan gigi adalah polishing gigi. Prosedur ini dilakukan oleh tenaga profesional untuk membantu membersihkan noda tertentu dan memoles permukaan gigi sesuai kebutuhan.

Banyak orang mengenal scaling sebagai prosedur pembersihan karang gigi, tetapi belum memahami fungsi polishing. Padahal, keduanya memiliki tujuan yang berbeda dan dalam kondisi tertentu dapat dilakukan dalam satu rangkaian perawatan.

Lalu, apa saja manfaat polishing gigi dan kapan prosedur ini diperlukan? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Polishing Gigi?

Polishing gigi adalah prosedur pemolesan permukaan gigi menggunakan alat dan bahan khusus untuk membantu menghilangkan noda eksternal atau extrinsic stains serta sisa deposit lunak tertentu.

Prosedur ini umumnya menggunakan alat pemoles dengan mangkuk karet atau sikat khusus, disertai pasta profilaksis yang sesuai.

Polishing dapat dilakukan setelah scaling jika memang dibutuhkan. Namun, tidak semua pasien harus menjalani polishing setiap kali melakukan pembersihan gigi. Dokter gigi akan menilai kondisi gigi, jenis noda, dan kebutuhan perawatan terlebih dahulu.

Perlu diketahui bahwa polishing bukan prosedur pemutihan gigi (teeth whitening). Polishing membantu menghilangkan noda di permukaan, sedangkan whitening bertujuan mengubah warna gigi menggunakan bahan pemutih tertentu.

5 Manfaat Polishing Gigi untuk Kesehatan dan Penampilan

1. Membantu Menghilangkan Noda pada Permukaan Gigi

Kopi, teh, makanan berpigmen, dan kebiasaan merokok dapat menyebabkan noda kuning atau kecokelatan pada permukaan gigi.

Polishing dapat membantu mengurangi noda eksternal tersebut sehingga gigi tampak lebih bersih dan warna alaminya terlihat lebih jelas.

Namun, prosedur ini tidak dapat menghilangkan semua jenis perubahan warna. Noda yang berasal dari bagian dalam gigi atau perubahan warna tertentu mungkin membutuhkan pemeriksaan dan perawatan berbeda.

2. Membuat Permukaan Gigi Terasa Lebih Halus

Polishing dapat membantu menghaluskan area permukaan gigi yang memiliki noda atau deposit tertentu.

Hasilnya, gigi dapat terasa lebih halus ketika disentuh oleh lidah. Meski begitu, polishing tidak selalu diperlukan untuk menghaluskan seluruh permukaan gigi, terutama jika tidak ditemukan indikasi yang sesuai.

Pemolesan juga perlu dilakukan dengan teknik dan bahan yang tepat agar tidak menyebabkan keausan yang tidak diperlukan pada permukaan gigi.

3. Mendukung Kebersihan Gigi dan Mulut

Noda dan deposit lunak tertentu dapat diangkat melalui prosedur polishing. Jika dikombinasikan dengan kebiasaan menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi secara benar, perawatan ini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan mulut.

Namun, polishing bukan pengganti kebersihan gigi sehari-hari. Plak tetap dapat terbentuk kembali sehingga menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride dan membersihkan sela-sela gigi tetap menjadi langkah utama.

4. Membantu Mengurangi Salah Satu Sumber Bau Mulut

Penumpukan plak, sisa makanan, dan masalah pada gusi dapat berkontribusi terhadap bau mulut.

Jika bau mulut berkaitan dengan deposit yang dapat dibersihkan melalui perawatan profesional, pembersihan gigi dapat membantu mengurangi salah satu pemicunya.

Akan tetapi, polishing saja tidak menjamin bau mulut hilang. Halitosis juga dapat disebabkan oleh mulut kering, gigi berlubang, penyakit gusi, masalah pada hidung dan tenggorokan, atau kondisi medis tertentu.

Jika bau mulut menetap, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

5. Membantu Menjaga Tampilan Senyum Tetap Bersih

Noda permukaan dapat membuat gigi terlihat kurang cerah, terutama pada orang yang sering mengonsumsi kopi atau teh.

Dengan menghilangkan noda yang dapat dijangkau melalui polishing, tampilan gigi bisa terlihat lebih bersih dan terawat.

Hasilnya tetap bergantung pada kondisi gigi masing-masing. Polishing tidak mengubah warna alami gigi secara permanen dan tidak dapat menggantikan prosedur whitening jika tujuan perawatannya adalah memutihkan gigi.

Apa Perbedaan Scaling dan Polishing Gigi?

Scaling dan polishing sering dilakukan dalam rangkaian perawatan yang sama, tetapi keduanya memiliki fungsi berbeda.

Scaling Gigi

Scaling merupakan prosedur untuk mengangkat plak yang mengeras menjadi karang gigi atau kalkulus. Dokter gigi dapat menggunakan alat ultrasonik maupun instrumen manual sesuai kebutuhan.

Karang gigi yang sudah mengeras tidak dapat dihilangkan secara efektif hanya dengan menyikat gigi di rumah.

Scaling sangat penting ketika terdapat karang gigi atau deposit yang memerlukan pembersihan profesional.

Polishing Gigi

Polishing berfokus pada pemolesan permukaan gigi dan membantu menghilangkan noda eksternal tertentu.

Prosedur ini dapat menjadi tahap tambahan setelah scaling, tetapi penggunaannya disesuaikan dengan kondisi pasien. Polishing tidak dapat menggantikan scaling jika karang gigi sudah terbentuk.

Keduanya juga tidak selalu bebas rasa tidak nyaman. Sensasi selama tindakan bergantung pada kondisi gigi dan gusi, tingkat sensitivitas, serta teknik yang digunakan.

Seberapa Sering Polishing Gigi Perlu Dilakukan?

Tidak ada jadwal polishing yang wajib berlaku sama untuk semua orang.

Frekuensi perawatan bergantung pada kondisi gigi, jumlah noda yang terbentuk, kebiasaan merokok atau mengonsumsi minuman berpigmen, kesehatan gusi, dan hasil pemeriksaan dokter gigi.

Pemeriksaan gigi secara berkala membantu menentukan apakah seseorang membutuhkan scaling, polishing, atau cukup melanjutkan perawatan mandiri di rumah.

Sebagian orang mungkin membutuhkan pembersihan profesional secara berkala, sedangkan orang lain dapat memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, jadwal perawatan sebaiknya mengikuti rekomendasi dokter gigi, bukan hanya patokan setiap enam bulan.

Apakah Polishing Gigi Aman?

Polishing umumnya dapat dilakukan dengan aman jika memiliki indikasi yang sesuai dan dikerjakan oleh tenaga profesional menggunakan teknik serta bahan yang tepat.

Namun, pemolesan yang terlalu sering atau dilakukan secara agresif dapat menyebabkan keausan permukaan gigi dan iritasi jaringan sekitar. Kondisi gigi sensitif, restorasi tertentu, dan masalah gusi juga perlu dipertimbangkan sebelum tindakan.

Pasta polishing tidak selalu mengandung fluoride. Jika diperlukan, dokter gigi dapat merekomendasikan penggunaan fluoride secara terpisah sesuai kebutuhan pasien.

Untuk menjaga kebersihan gigi sehari-hari, tetap lakukan beberapa langkah berikut:

  • Sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
  • Bersihkan sela-sela gigi menggunakan dental floss atau alat pembersih interdental yang sesuai.
  • Batasi kebiasaan merokok dan konsumsi minuman yang dapat meninggalkan noda.
  • Lakukan pemeriksaan gigi secara berkala.
  • Konsultasikan gigi sensitif, gusi berdarah, atau bau mulut yang tidak kunjung membaik.

Jaga Kesehatan Gigi Bersama Alifah Clinic

Polishing gigi dapat membantu menghilangkan noda eksternal dan membuat permukaan gigi terasa lebih halus. Namun, manfaatnya akan lebih optimal jika dilakukan sesuai kebutuhan dan disertai kebiasaan menjaga kebersihan mulut setiap hari.

Jika ingin melakukan pembersihan gigi, jangan hanya berfokus pada tampilan putih dan bersih. Kesehatan gusi, kondisi enamel, keberadaan karang gigi, dan keluhan lain juga perlu diperiksa.

Di Alifah Clinic, Sahabat Sehat Alifah dapat berkonsultasi mengenai kesehatan gigi dan menentukan perawatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Pemeriksaan oleh dokter gigi membantu memastikan apakah kamu membutuhkan scaling, polishing, atau perawatan lain untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Senyum yang sehat dimulai dari perawatan yang tepat, bukan sekadar gigi yang tampak bersih.

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *