Pernah merasakan permukaan gigi terasa kasar saat disentuh lidah? Atau melihat lapisan berwarna kuning, kecokelatan, bahkan kehitaman di sekitar batas gigi dan gusi? Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya karang gigi atau dental calculus.
Karang gigi bukan hanya mengganggu penampilan. Penumpukan karang gigi dapat membuat plak dan bakteri lebih mudah menempel di sekitar gigi dan gusi sehingga meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan gusi.
Berbeda dengan plak yang masih lunak, karang gigi yang sudah mengeras tidak dapat dihilangkan secara optimal hanya dengan menyikat gigi. Lantas, apa yang menyebabkan karang gigi terbentuk dan bagaimana cara mencegahnya?
Apa Itu Karang Gigi?
Karang gigi adalah plak gigi yang mengalami mineralisasi atau pengerasan akibat mineral yang terdapat dalam air liur.
Plak merupakan lapisan lengket yang mengandung bakteri dan dapat terbentuk secara terus-menerus di permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan dengan baik melalui kebiasaan menyikat gigi dan membersihkan sela gigi, plak dapat mengalami pengerasan dan berubah menjadi karang gigi.
Karang gigi dapat terbentuk di atas garis gusi maupun di bawah garis gusi. Warnanya dapat bervariasi, mulai dari putih kekuningan hingga lebih gelap, terutama ketika terdapat noda dari makanan, minuman, atau kebiasaan merokok.
5 Penyebab Karang Gigi Mengeras
Pembentukan karang gigi berkaitan erat dengan penumpukan plak. Beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risikonya.
1. Kebersihan Gigi dan Mulut Kurang Terjaga
Menyikat gigi secara tidak teratur atau tidak membersihkan seluruh permukaan gigi dapat menyebabkan plak tertinggal.
Area yang sering terlewat antara lain sela-sela gigi dan batas antara gigi dengan gusi. Jika plak terus menumpuk, sebagian dapat mengalami mineralisasi dan menjadi karang gigi.
2. Jarang Membersihkan Sela-Sela Gigi
Sikat gigi tidak selalu mampu membersihkan seluruh permukaan di antara gigi. Karena itu, membersihkan sela gigi dengan dental floss atau alat pembersih interdental yang sesuai dapat membantu mengurangi penumpukan plak di area tersebut.
Semakin banyak plak yang tertinggal, semakin besar peluang terjadinya pembentukan karang gigi.
3. Sering Mengonsumsi Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Makanan dan minuman tinggi gula dapat mendukung aktivitas bakteri penyebab plak dan meningkatkan risiko gigi berlubang.
Namun, makanan manis bukan satu-satunya penyebab karang gigi. Faktor yang lebih utama adalah keberadaan plak yang tidak dibersihkan secara optimal.
Karena itu, menjaga pola makan sekaligus mempertahankan kebersihan gigi dan mulut tetap penting.
4. Mulut Kering
Air liur memiliki berbagai fungsi dalam menjaga kesehatan rongga mulut. Ketika produksi air liur berkurang, misalnya akibat efek samping obat tertentu atau kondisi medis tertentu, keseimbangan lingkungan mulut dapat berubah.
Kondisi mulut kering dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan mulut, termasuk penumpukan plak dan gigi berlubang.
5. Kebiasaan Merokok
Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit gusi dan memengaruhi kesehatan rongga mulut. Noda akibat rokok juga dapat membuat deposit pada gigi terlihat lebih gelap.
Pada perokok, tanda-tanda peradangan gusi juga dapat terlihat berbeda sehingga pemeriksaan gigi secara rutin tetap penting.
Apa Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan?
Karang gigi yang menumpuk dapat menjadi tempat yang lebih sulit dibersihkan sehingga plak dan bakteri dapat terus berada di sekitar gigi dan gusi.
Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko:
Gingivitis
Gingivitis merupakan peradangan pada gusi yang dapat ditandai dengan gusi merah, bengkak, atau mudah berdarah, terutama saat menyikat gigi.
Periodontitis
Jika penyakit gusi berkembang dan tidak ditangani, peradangan dapat melibatkan jaringan serta tulang penyangga gigi. Kondisi ini dapat menyebabkan gigi menjadi goyang dan pada kasus tertentu berujung pada kehilangan gigi.
Bau Mulut
Penumpukan plak, karang gigi, dan bakteri di dalam rongga mulut dapat berkontribusi terhadap bau mulut.
Penting diketahui bahwa karang gigi tidak secara langsung menyebabkan semua masalah gigi dan mulut. Namun, keberadaannya dapat menyulitkan pembersihan dan berkontribusi terhadap lingkungan yang mendukung penyakit gusi.
Apakah Karang Gigi Bisa Hilang dengan Sikat Gigi?
Karang gigi yang sudah mengeras tidak dapat dihilangkan secara efektif dengan sikat gigi biasa.
Menyikat gigi tetap sangat penting untuk mengendalikan plak, tetapi karang gigi yang sudah terbentuk memerlukan pembersihan profesional oleh dokter gigi.
Salah satu prosedur yang umum dilakukan adalah scaling gigi, yaitu tindakan untuk menghilangkan plak dan karang gigi menggunakan instrumen khusus.
Hindari mencoba mengikis karang gigi sendiri menggunakan benda tajam karena dapat melukai gusi atau merusak permukaan gigi.
Cara Mencegah Karang Gigi
Setelah karang gigi dibersihkan, menjaga kebersihan mulut secara konsisten dapat membantu memperlambat pembentukan kembali plak dan karang gigi.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Sikat gigi dua kali sehari selama sekitar dua menit menggunakan pasta gigi berfluoride.
- Bersihkan sela-sela gigi setiap hari menggunakan dental floss atau alat interdental yang sesuai.
- Batasi frekuensi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.
- Minum air yang cukup, terutama setelah makan dan saat mulut terasa kering.
- Hindari atau berhenti merokok untuk membantu menjaga kesehatan rongga mulut.
- Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin sesuai rekomendasi dokter gigi.
- Lakukan scaling ketika dokter gigi menemukan adanya karang gigi yang membutuhkan pembersihan profesional.
Tidak semua orang membutuhkan scaling dengan frekuensi yang sama. Jadwal pemeriksaan dan pembersihan dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan gigi dan gusi masing-masing.
Jangan Tunggu Karang Gigi Menumpuk
Karang gigi terbentuk dari plak yang mengalami mineralisasi dan tidak dapat dihilangkan hanya dengan menyikat gigi. Menjaga kebersihan gigi setiap hari merupakan langkah utama untuk mengurangi penumpukan plak, sedangkan karang gigi yang sudah terbentuk dapat ditangani melalui pembersihan profesional.
Jika Sahabat Sehat Alifah menemukan lapisan keras pada gigi, gusi mudah berdarah, bau mulut yang menetap, atau gigi terasa goyang, jangan menunggu sampai keluhan semakin berat. Pemeriksaan oleh dokter gigi dapat membantu mengetahui kondisi gigi dan gusi serta menentukan perawatan yang sesuai.




