Sudah rajin menyikat gigi dua kali sehari, tetapi karang gigi tetap muncul saat bercermin atau menjalani pemeriksaan dokter gigi? Kondisi ini cukup umum terjadi dan bukan selalu berarti kebersihan gigi tidak terjaga.
Menyikat gigi secara rutin memang penting untuk mengurangi plak. Namun, ada area yang sulit dijangkau sikat gigi, sementara plak yang tidak dibersihkan dapat mengeras dan membentuk karang gigi.
Karang gigi yang sudah mengeras tidak dapat dihilangkan hanya dengan menyikat gigi biasa. Kondisi ini umumnya memerlukan pembersihan profesional oleh dokter gigi.
Lalu, apa saja penyebab karang gigi tetap muncul meskipun sudah rajin menyikat gigi? Simak penjelasannya berikut ini!
Apa Itu Karang Gigi dan Bagaimana Proses Terbentuknya?
Karang gigi atau kalkulus adalah plak gigi yang mengalami mineralisasi sehingga mengeras dan melekat pada permukaan gigi.
Plak sendiri merupakan lapisan lengket yang mengandung bakteri dan terbentuk secara alami pada gigi. Jika plak tidak dibersihkan secara efektif, mineral dalam air liur dapat mengeraskannya menjadi karang gigi.
Karang gigi dapat terbentuk di atas garis gusi maupun di bawahnya. Selain mengganggu penampilan, penumpukan karang gigi dapat menyulitkan pembersihan gigi dan berkaitan dengan peradangan gusi.
5 Penyebab Karang Gigi Tetap Muncul Meski Rajin Sikat Gigi
1. Teknik Menyikat Gigi Belum Tepat
Menyikat gigi dua kali sehari merupakan kebiasaan yang baik, tetapi tekniknya juga berpengaruh terhadap kebersihan gigi.
Jika menyikat terlalu cepat atau melewatkan bagian tertentu, plak masih dapat tertinggal, terutama di sekitar garis gusi dan permukaan gigi belakang.
Cara mengatasinya:
- Sikat gigi selama sekitar dua menit, dua kali sehari.
- Gunakan sikat gigi berbulu lembut.
- Bersihkan seluruh permukaan gigi secara sistematis, termasuk bagian dalam dan permukaan gigi geraham.
- Arahkan bulu sikat dengan lembut ke area pertemuan gigi dan gusi.
Hindari menyikat terlalu keras karena dapat mengiritasi gusi dan menyebabkan keausan pada permukaan gigi.
2. Sela-Sela Gigi Tidak Dibersihkan dengan Optimal
Sikat gigi biasa tidak selalu mampu membersihkan seluruh sela gigi. Padahal, plak dapat menumpuk di area tersebut dan berkontribusi terhadap pembentukan karang gigi.
Kondisi ini juga dapat terjadi pada bagian belakang gigi geraham atau di sekitar gigi yang berjejal.
Cara mengatasinya:
Gunakan benang gigi (dental floss) setidaknya sekali sehari untuk membersihkan sela-sela gigi. Sikat interdental juga dapat menjadi pilihan jika terdapat ruang di antara gigi yang sesuai untuk alat tersebut.
Pilih alat yang tepat dan gunakan dengan lembut agar tidak melukai gusi.
3. Plak Sudah Mengeras Menjadi Karang Gigi
Salah satu alasan karang gigi tetap terlihat meskipun sudah rajin menyikat gigi adalah karena plak yang sebelumnya menumpuk sudah mengeras.
Pada tahap ini, menyikat gigi atau berkumur saja tidak cukup untuk menghilangkan deposit tersebut. Karang gigi memerlukan tindakan pembersihan profesional, yaitu scaling.
Apa yang perlu dilakukan?
Jika sudah terlihat penumpukan keras berwarna kekuningan atau kecokelatan pada gigi, jadwalkan pemeriksaan ke dokter gigi. Dokter akan mengevaluasi kondisi gigi dan gusi serta menentukan apakah scaling diperlukan.
Jangan mencoba mengikis karang gigi sendiri menggunakan benda tajam karena dapat melukai gusi dan merusak permukaan gigi.
4. Kebiasaan Makan dan Merokok
Kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi pembentukan plak dan kesehatan mulut. Konsumsi makanan atau minuman manis yang terlalu sering meningkatkan risiko gigi berlubang, sedangkan kebersihan mulut yang kurang optimal dapat membuat plak lebih mudah menumpuk.
Merokok juga berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit gusi dan dapat menyebabkan noda pada gigi.
Cara mengatasinya:
- Batasi frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis.
- Minum air putih secara teratur.
- Hindari merokok.
- Pertahankan rutinitas menyikat gigi dan membersihkan sela gigi setiap hari.
Kopi dan teh dapat menyebabkan noda pada permukaan gigi, tetapi noda tersebut berbeda dari karang gigi. Mengurangi minuman berwarna tidak otomatis mencegah seluruh pembentukan karang gigi.
5. Produksi dan Komposisi Air Liur
Air liur membantu membilas sisa makanan, menjaga kelembapan mulut, dan melindungi jaringan di dalam rongga mulut. Namun, mineral dalam air liur juga dapat berperan dalam proses pengerasan plak.
Komposisi air liur, posisi gigi, dan lokasi keluarnya air liur dapat memengaruhi area tempat karang gigi lebih mudah terbentuk. Itulah sebabnya sebagian orang mengalami penumpukan karang gigi lebih cepat dibandingkan orang lain.
Mulut kering juga perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko gigi berlubang dan masalah kesehatan mulut lainnya.
Cara mengatasinya:
Minum air putih secara teratur sesuai kebutuhan tubuh. Jika mulut sering terasa kering, terutama setelah menggunakan obat tertentu, konsultasikan dengan dokter atau dokter gigi untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.
Tidak ada jumlah air minum yang berlaku sama untuk semua orang, karena kebutuhan cairan dipengaruhi aktivitas, kondisi kesehatan, dan lingkungan.
Cara Mencegah Karang Gigi agar Tidak Cepat Menumpuk
Karang gigi yang sudah terbentuk perlu dibersihkan secara profesional. Namun, kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi penumpukan plak baru:
- Sikat gigi dua kali sehari selama dua menit menggunakan pasta gigi berfluoride.
- Bersihkan sela gigi setiap hari dengan benang gigi atau alat interdental yang sesuai.
- Batasi frekuensi konsumsi gula, terutama makanan atau minuman manis yang dikonsumsi berulang sepanjang hari.
- Jaga kelembapan mulut dengan mencukupi kebutuhan cairan dan konsultasikan jika mulut sering kering.
- Jalani pemeriksaan gigi secara berkala agar plak, karang gigi, dan masalah gusi dapat dievaluasi sejak dini.
Kapan Harus Melakukan Scaling Gigi?
Scaling adalah prosedur pembersihan profesional untuk mengangkat karang gigi dan deposit yang tidak dapat dihilangkan dengan sikat gigi biasa.
Tidak semua orang harus melakukan scaling tepat setiap enam bulan. Frekuensi pemeriksaan dan pembersihan ditentukan berdasarkan kondisi gigi, kesehatan gusi, tingkat penumpukan karang gigi, serta faktor risiko masing-masing.
Jika gusi mudah berdarah, tampak bengkak, berbau tidak sedap, atau karang gigi terlihat menumpuk, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan.
Scaling yang dilakukan oleh tenaga profesional dapat membantu menjaga kebersihan gigi dan mendukung kesehatan gusi. Setelah karang gigi dibersihkan, kebiasaan merawat gigi sehari-hari tetap penting agar plak tidak kembali menumpuk.
Jaga Kesehatan Gigi Bersama Alifah Clinic
Karang gigi tetap bisa muncul meskipun sudah rajin menyikat gigi karena teknik menyikat yang belum optimal, sela gigi yang terlewat, serta proses mineralisasi plak. Karena itu, menyikat gigi perlu dilengkapi dengan pembersihan sela gigi dan pemeriksaan rutin.
Sahabat Sehat Alifah, jika karang gigi mulai terlihat atau gusi sering berdarah saat menyikat gigi, konsultasikan kondisi gigi dan mulut kepada dokter gigi di Alifah Clinic.
Dengan pemeriksaan yang tepat, kebutuhan scaling dan langkah perawatan selanjutnya dapat disesuaikan dengan kondisi gigi masing-masing. Jangan tunggu hingga keluhan mengganggu kenyamanan untuk mulai menjaga kesehatan gigi dan mulut.




