Wajah Gatal dan Merah? Jangan Asal Pakai Skincare

Pernah bangun tidur dan mendapati wajah tiba-tiba memerah, terasa gatal, atau bahkan perih saat disentuh? Kondisi ini tentu membuat tidak nyaman, apalagi jika muncul setelah mencoba produk skincare baru.

Tidak sedikit orang langsung menggunakan berbagai produk penenang kulit untuk mengatasi keluhan tersebut. Padahal, wajah gatal dan merah bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari iritasi ringan hingga penyakit kulit yang membutuhkan penanganan medis.

Menggunakan terlalu banyak produk saat kulit sedang sensitif justru dapat memperburuk keluhan, terutama jika produk tersebut mengandung bahan yang tidak sesuai dengan kondisi kulit.

Lantas, apa penyebab wajah gatal dan merah? Bagaimana cara mengatasi wajah gatal dan merah tanpa membuat kulit semakin iritasi?

Yuk, kenali penyebab dan langkah perawatan yang tepat berikut ini!

Apa Penyebab Wajah Gatal dan Merah?

Wajah yang mengalami kemerahan dan gatal tidak selalu disebabkan oleh alergi skincare.

Ada beberapa kondisi yang dapat menimbulkan gejala serupa.

1. Dermatitis Kontak Akibat Skincare

Dermatitis kontak merupakan peradangan kulit yang dapat terjadi setelah bersentuhan dengan zat tertentu.

Secara umum, dermatitis kontak dibedakan menjadi dua jenis.

Dermatitis Kontak Iritan

Kondisi ini terjadi ketika bahan tertentu mengganggu atau merusak fungsi pelindung kulit.

Contohnya, penggunaan pembersih wajah yang terlalu keras, eksfoliasi berlebihan, atau produk dengan bahan aktif yang menyebabkan iritasi.

Dermatitis Kontak Alergi

Kondisi ini terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap bahan tertentu.

Beberapa pemicu yang dapat ditemukan dalam produk perawatan kulit antara lain pewangi, pengawet tertentu, dan bahan kosmetik lainnya.

Reaksi alergi tidak selalu muncul langsung setelah pemakaian pertama. Pada sebagian orang, gejala baru terlihat beberapa waktu setelah paparan.

2. Gangguan Fungsi Skin Barrier

Skin barrier merupakan fungsi pelindung kulit yang membantu mempertahankan kelembapan dan membatasi masuknya zat yang berpotensi menyebabkan iritasi.

Ketika fungsi ini terganggu, kulit dapat menjadi lebih mudah kering, terasa perih, atau bereaksi terhadap produk yang sebelumnya nyaman digunakan.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi skin barrier antara lain:

  • Eksfoliasi terlalu sering.
  • Penggunaan produk yang menyebabkan iritasi.
  • Mencuci wajah secara berlebihan.
  • Paparan lingkungan yang membuat kulit semakin kering.
  • Kondisi kulit tertentu, seperti dermatitis atopik.

Namun, wajah merah dan gatal tidak otomatis berarti skin barrier mengalami kerusakan. Pemeriksaan diperlukan jika penyebabnya tidak jelas.

3. Paparan Cuaca dan Lingkungan

Udara yang sangat kering, suhu ekstrem, dan paparan sinar matahari dapat memengaruhi kenyamanan kulit.

Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan juga dapat menyebabkan kulit terbakar matahari atau sunburn, yang ditandai dengan kemerahan, rasa panas, dan nyeri.

Pada kulit yang sensitif, perubahan lingkungan dapat membuat keluhan terasa lebih mengganggu.

4. Rosacea

Rosacea merupakan kondisi peradangan kulit kronis yang sering menyebabkan kemerahan pada area tengah wajah, seperti pipi dan hidung.

Sebagian orang juga mengalami sensasi panas, perih, atau munculnya benjolan menyerupai jerawat.

Rosacea dapat memburuk akibat pemicu tertentu, seperti panas, paparan matahari, atau produk skincare yang menyebabkan iritasi.

Karena penanganannya berbeda dengan dermatitis kontak, diagnosis yang tepat sangat penting.

5. Eksim dan Dermatitis Seboroik

Dermatitis atopik atau eksim dapat menyebabkan kulit kering, gatal, dan meradang.

Sementara itu, dermatitis seboroik dapat menimbulkan kemerahan serta sisik pada area wajah tertentu, seperti sekitar hidung, alis, dan garis rambut.

Kedua kondisi tersebut membutuhkan pendekatan perawatan yang berbeda.

Mengapa Tidak Boleh Asal Pakai Skincare Saat Wajah Iritasi?

Ketika wajah sedang mengalami peradangan, kulit dapat menjadi lebih reaktif terhadap bahan tertentu.

Menggunakan banyak produk baru sekaligus membuat penyebab iritasi semakin sulit dikenali.

Beberapa bahan aktif, seperti retinoid, AHA, BHA, atau vitamin C dalam formulasi tertentu, dapat menimbulkan rasa menyengat pada kulit yang sedang iritasi.

Namun, bahan-bahan tersebut tidak selalu berbahaya dan tidak otomatis menyebabkan kulit terbakar. Risiko iritasi dipengaruhi oleh konsentrasi, formulasi, frekuensi penggunaan, serta kondisi kulit.

Jika kulit sedang merah dan gatal, sebaiknya hentikan sementara produk yang diduga memicu keluhan.

Hindari pula mencoba berbagai masker alami atau produk penenang kulit baru secara bersamaan karena bahan alami juga dapat menyebabkan iritasi atau alergi.

5 Cara Mengatasi Wajah Gatal dan Merah dengan Tepat

Perawatan awal dapat dilakukan dengan mengurangi paparan bahan yang memicu iritasi dan menjaga kenyamanan kulit.

Namun, langkah berikut tidak menggantikan pemeriksaan dokter jika keluhan berat atau terus berulang.

1. Hentikan Sementara Produk yang Diduga Menyebabkan Iritasi

Jika kemerahan dan gatal muncul setelah menggunakan skincare baru, hentikan sementara produk tersebut.

Perhatikan apakah keluhan mulai berkurang setelah pemakaian dihentikan.

Jangan langsung mencoba produk pengganti dengan banyak bahan aktif karena kulit mungkin masih dalam kondisi sensitif.

Jika produk yang dicurigai merupakan obat resep, konsultasikan kepada dokter sebelum menghentikan atau mengubah penggunaannya.

2. Gunakan Pembersih Wajah yang Lembut

Pilih pembersih wajah yang tidak membuat kulit terasa sangat kering atau tertarik setelah digunakan.

Produk tanpa pewangi dapat menjadi pilihan bagi kulit yang mudah mengalami iritasi.

Tidak semua pembersih yang mengandung SLS atau menghasilkan busa otomatis merusak kulit. Efeknya bergantung pada formulasi produk secara keseluruhan.

Gunakan air bersuhu nyaman dan hindari menggosok wajah terlalu kuat.

3. Jaga Kelembapan dengan Moisturizer

Pelembap membantu mempertahankan air pada lapisan kulit dan mendukung fungsi pelindung kulit.

Beberapa kandungan yang dapat dipertimbangkan antara lain:

Ceramide

Membantu mendukung komponen lipid alami yang berperan dalam menjaga fungsi skin barrier.

Glycerin dan Hyaluronic Acid

Berfungsi sebagai humektan yang membantu menarik serta mempertahankan kelembapan kulit.

Panthenol

Dapat membantu menjaga kelembapan dan memberikan efek menenangkan pada sebagian kulit yang mengalami iritasi ringan.

Allantoin

Sering digunakan dalam formulasi skincare untuk membantu memberikan rasa nyaman pada kulit.

Centella Asiatica

Memiliki potensi efek menenangkan, meskipun manfaatnya bergantung pada formulasi dan toleransi kulit masing-masing.

Perlu diingat, tidak semua produk dengan label soothing pasti cocok untuk setiap orang.

Jika pelembap menyebabkan rasa terbakar, gatal bertambah, atau kemerahan semakin berat, hentikan penggunaannya.

4. Lindungi Kulit dari Paparan Matahari

Paparan sinar matahari dapat memperburuk beberapa kondisi kulit yang mengalami peradangan.

Jika kulit dapat menoleransinya, gunakan sunscreen spektrum luas minimal SPF 30 saat beraktivitas pada siang hari.

Sunscreen mineral yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide dapat menjadi pilihan bagi sebagian pemilik kulit sensitif.

Namun, tidak ada satu jenis sunscreen yang pasti cocok untuk semua orang.

Jika kulit sedang sangat

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *