Bopeng merupakan salah satu jenis bekas jerawat yang membuat permukaan kulit terlihat cekung atau tidak rata. Kondisi ini sering membuat tekstur wajah terasa sulit kembali seperti semula meskipun jerawatnya sudah lama sembuh. Maka dari itu bopeng sulit hilang.
Berbeda dengan noda hitam bekas jerawat, bopeng melibatkan perubahan struktur jaringan kulit. Karena itu, penggunaan skincare saja sering kali belum cukup untuk memperbaiki tekstur kulit yang sudah mengalami luka parut.
Kenapa Bopeng Sulit Hilang?
1. Bopeng Merupakan Bekas Luka pada Kulit
Bopeng atau atrophic acne scar terbentuk ketika jerawat yang meradang menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit. Saat proses penyembuhan, produksi kolagen yang tidak optimal dapat membuat permukaan kulit kehilangan sebagian volumenya.
Akibatnya, terbentuk area kulit yang tampak cekung atau tidak rata.
2. Adanya Jaringan Parut di Bawah Kulit
Pada beberapa jenis bopeng, terdapat jaringan fibrotik yang terbentuk di bawah permukaan kulit. Jaringan ini dapat menarik kulit ke bawah sehingga cekungan terlihat lebih jelas.
Inilah salah satu alasan mengapa bopeng tidak mudah hilang hanya dengan mengoleskan produk skincare di permukaan kulit.
3. Skincare Bekerja Secara Bertahap
Skincare dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan mendukung proses regenerasi, tetapi kemampuannya terbatas untuk memperbaiki jaringan parut yang sudah terbentuk dalam.
Kandungan seperti retinoid, vitamin C, dan asam tertentu dapat menjadi bagian dari perawatan pendukung, tetapi hasilnya membutuhkan waktu dan penggunaan yang konsisten.
Jenis Bopeng Bekas Jerawat
Bopeng tidak selalu memiliki bentuk yang sama. Secara umum, bekas jerawat cekung dapat memiliki beberapa karakteristik, seperti:
- Ice pick scar: Cekungan kecil tetapi dalam dengan bentuk menyerupai lubang.
- Boxcar scar: Cekungan dengan bagian tepi yang lebih tegas dan relatif datar di bagian bawah.
- Rolling scar: Cekungan yang lebih lebar dan membuat permukaan kulit terlihat bergelombang.
Jenis dan kedalaman bopeng akan memengaruhi pilihan perawatan yang sesuai.
Cara Medis untuk Mengatasi Bopeng
Perawatan bopeng sebaiknya dilakukan setelah dokter menilai jenis, kedalaman, dan kondisi kulit. Beberapa prosedur yang dapat digunakan antara lain:
1. Subsisi
Subsisi merupakan prosedur yang bertujuan melepaskan jaringan parut yang menarik permukaan kulit ke bawah.
Dengan melepaskan jaringan tersebut, bagian kulit yang cekung dapat menjadi lebih rata. Prosedur ini terutama dipertimbangkan untuk jenis bopeng tertentu yang memiliki perlekatan jaringan di bawah kulit.
2. Laser Fractional
Laser fractional bekerja dengan membuat titik-titik mikro pada kulit untuk merangsang proses penyembuhan dan pembentukan kolagen baru.
Perawatan ini dapat membantu memperbaiki tekstur kulit secara bertahap, tetapi jumlah sesi dan hasilnya dapat berbeda pada setiap orang.
3. Microneedling
Microneedling menggunakan jarum-jarum sangat kecil untuk memberikan rangsangan mikro pada kulit.
Rangsangan tersebut memicu proses penyembuhan alami dan membantu merangsang produksi kolagen. Perawatan biasanya membutuhkan beberapa sesi untuk mendapatkan perubahan tekstur yang lebih terlihat.
4. Chemical Peeling
Chemical peeling menggunakan bahan kimia dengan konsentrasi tertentu untuk membantu mengangkat lapisan kulit dan merangsang regenerasi.
Jenis peeling yang digunakan harus disesuaikan dengan kondisi kulit dan jenis bekas jerawat. Penggunaan bahan peeling berkonsentrasi tinggi sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten.
Apakah Skincare Bisa Menghilangkan Bopeng?
Skincare tetap memiliki peran penting, tetapi perlu memahami fungsinya. Produk perawatan kulit dapat membantu menjaga kondisi kulit sekaligus mendukung regenerasi dan mencegah munculnya masalah kulit baru.
Beberapa kandungan yang dapat digunakan sebagai bagian dari perawatan, antara lain:
- Retinoid: Membantu mempercepat pergantian sel kulit dan mendukung pembentukan kolagen.
- Vitamin C: Membantu melindungi kulit dari radikal bebas dan mendukung tampilan kulit yang lebih merata.
- Asam glikolat: Membantu proses eksfoliasi sehingga permukaan kulit tampak lebih halus.
- Pelembap: Membantu menjaga skin barrier agar tetap sehat selama menjalani perawatan.
- Sunscreen: Melindungi kulit dari paparan UV yang dapat memperburuk perubahan warna bekas jerawat.
Namun, skincare tidak dapat menggantikan prosedur medis untuk semua jenis bopeng, terutama jika bekas luka cukup dalam.
Berapa Kali Perawatan Bopeng Dibutuhkan?
Tidak ada jumlah sesi yang sama untuk setiap orang. Dokter perlu melihat kondisi kulit, jenis bopeng, kedalaman jaringan parut, serta respons kulit terhadap perawatan.
Pada beberapa kondisi, dokter juga dapat mengombinasikan beberapa metode untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Karena itu, sebaiknya jangan memilih prosedur hanya berdasarkan tren atau rekomendasi orang lain. Perawatan yang cocok untuk satu jenis bopeng belum tentu memberikan hasil yang sama pada jenis bopeng lainnya.
Jangan Sembarangan Memencet Jerawat
Salah satu langkah penting untuk mencegah munculnya bopeng baru adalah menghindari kebiasaan memencet jerawat, terutama jerawat yang sedang meradang.
Tekanan atau trauma pada kulit dapat memperbesar risiko terjadinya peradangan dan kerusakan jaringan yang berujung pada bekas luka.
Jika jerawat sering muncul atau meninggalkan bekas cekung, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan penanganan sejak awal.
Kesimpulan
Bopeng sulit hilang karena merupakan bekas luka yang melibatkan perubahan struktur dan jaringan di bawah permukaan kulit. Oleh karena itu, skincare saja belum tentu cukup untuk memperbaiki bopeng, terutama yang dalam.
Perawatan seperti subsisi, laser fractional, microneedling, atau chemical peeling dapat menjadi pilihan berdasarkan jenis dan kondisi bopeng. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar jenis perawatan dan kombinasi prosedur dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit Anda.




