Keratoderma: Penyebab, Jenis, dan Cara Pengobatannya

Pengertian Keratoderma

Keratoderma adalah kondisi kulit yang ditandai dengan penebalan lapisan keratin secara berlebihan dan tidak normal. Keratin sendiri merupakan protein alami yang berfungsi melindungi kulit, namun pada kondisi ini jumlahnya meningkat sehingga membuat kulit menjadi lebih tebal, keras, dan kering.

Salah satu jenis yang paling sering ditemui adalah keratoderma palmaris atau palmoplantar keratosis, yaitu penebalan kulit yang terjadi pada telapak tangan dan telapak kaki. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena sering disertai rasa kasar, pecah-pecah, bahkan nyeri.

Penyebab Keratoderma

Keratoderma dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain:

  • Kelainan bawaan (genetik), di mana kondisi ini sudah ada sejak lahir atau muncul sejak usia dini.
  • Faktor yang didapat, yang muncul di kemudian hari.
  • Tekanan atau gesekan berulang pada telapak tangan atau kaki, misalnya akibat aktivitas berat, pekerjaan tertentu, atau penggunaan alas kaki yang tidak sesuai.

Tekanan yang terjadi terus-menerus dapat merangsang kulit memproduksi keratin berlebih sebagai bentuk perlindungan, sehingga menyebabkan penebalan kulit.

Baca Juga : Dokter Spesialis Kulit Terbaik di Karawang

Pengobatan Keratoderma

Pengobatan keratoderma bertujuan untuk membantu mengurangi penebalan kulit, melembapkan, serta memperbaiki kondisi kulit secara bertahap. Terapi yang dapat digunakan antara lain:

Pengobatan Topikal

  • Ceradan cream: dioleskan tipis pada area yang terkena pada pagi dan sore hari.
  • Bastoderm ointment 5 gram + Asam Salisilat 3% + Kloderma ointment 20 gram: dioleskan tipis pada malam hari sesuai anjuran.

Penggunaan obat sebaiknya dilakukan secara rutin dan sesuai petunjuk tenaga medis untuk mendapatkan hasil yang optimal serta menghindari iritasi.

Kesimpulan

Penyakit ini merupakan kondisi penebalan kulit akibat produksi keratin yang berlebihan, terutama pada telapak tangan dan kaki. Penyebabnya bisa berasal dari faktor bawaan maupun tekanan berulang dalam aktivitas sehari-hari. Dengan perawatan dan pengobatan topikal yang tepat serta konsisten, keluhan keratoderma dapat dikendalikan dan kondisi kulit menjadi lebih nyaman.

Jika keluhan semakin berat atau tidak membaik, disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter kulit agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Baca Juga : Cara Mencegah Hiperpigmentasi

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *