Gusi yang sehat memiliki warna merah muda, tekstur kenyal, serta melekat erat pada gigi. Saat menyikat gigi atau menggunakan benang gigi, gusi yang sehat seharusnya tidak mudah berdarah. Jika Anda sering mengalami gusi berdarah, jangan menganggapnya sebagai hal yang normal karena kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan pada rongga mulut maupun penyakit tertentu.
Penyebab paling umum gusi berdarah adalah penumpukan plak yang memicu radang gusi (gingivitis). Namun, pada beberapa kasus, gusi berdarah juga dapat berkaitan dengan perubahan hormon, kekurangan vitamin, hingga penyakit sistemik seperti diabetes.
Lalu, apa saja penyebab gusi berdarah dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkap berikut.
Mengapa Gusi Bisa Berdarah?
Gusi mengandung banyak pembuluh darah kecil yang berfungsi menyalurkan nutrisi ke jaringan di sekitarnya. Ketika terjadi peradangan, pembuluh darah tersebut menjadi lebih rapuh sehingga mudah pecah saat terkena gesekan ringan, misalnya ketika menyikat gigi atau mengunyah makanan.
Oleh karena itu, gusi berdarah bukanlah penyakit, melainkan gejala yang menandakan adanya kondisi tertentu yang perlu diperhatikan.
1. Radang Gusi (Gingivitis)
Gingivitis merupakan penyebab paling sering dari gusi berdarah.
Kondisi ini terjadi akibat penumpukan plak, yaitu lapisan lengket yang berisi bakteri dan menempel pada permukaan gigi.
Apabila plak tidak dibersihkan secara rutin, bakteri akan memicu peradangan sehingga gusi menjadi:
- Berwarna lebih merah.
- Bengkak.
- Mudah berdarah.
- Terasa nyeri saat disentuh.
Kabar baiknya, gingivitis dapat disembuhkan apabila ditangani sejak dini dengan menjaga kebersihan gigi dan melakukan pembersihan karang gigi.
Baca Juga : Klinik Spesialis Kulit Karawang
2. Periodontitis
Jika gingivitis tidak segera diobati, peradangan dapat berkembang menjadi periodontitis.
Pada kondisi ini, plak telah mengeras menjadi karang gigi sehingga bakteri terus berkembang dan merusak jaringan penyangga gigi.
Selain gusi berdarah, periodontitis juga dapat menimbulkan gejala seperti:
- Bau mulut yang menetap.
- Gusi menyusut.
- Gigi terasa goyang.
- Nyeri saat mengunyah.
- Muncul nanah di sekitar gusi.
Tanpa penanganan yang tepat, periodontitis dapat menyebabkan kehilangan gigi.
3. Cara Menyikat Gigi yang Kurang Tepat
Tidak semua kasus disebabkan oleh infeksi.
Menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan sikat berbulu kasar juga dapat melukai jaringan gusi yang sensitif.
Agar gusi tetap sehat:
- Gunakan sikat gigi berbulu lembut (soft).
- Sikat gigi dengan gerakan memutar secara perlahan.
- Hindari menggosok gigi terlalu kuat.
Teknik menyikat gigi yang benar membantu membersihkan plak tanpa melukai jaringan gusi.
4. Perubahan Hormon
Perubahan hormon juga dapat membuat gusi menjadi lebih sensitif.
Kondisi ini sering terjadi pada:
- Masa pubertas.
- Kehamilan.
- Menopause.
Peningkatan hormon menyebabkan aliran darah ke gusi bertambah sehingga jaringan gusi lebih mudah mengalami peradangan dan perdarahan meskipun plak yang menempel tidak terlalu banyak.
Karena itu, ibu hamil dianjurkan menjaga kebersihan gigi dan rutin memeriksakan kesehatan gigi selama kehamilan.
5. Kekurangan Vitamin atau Penyakit Tertentu
Dalam beberapa kasus, gusi berdarah dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan lain.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gusi mudah berdarah antara lain:
Kekurangan Vitamin C
Vitamin C berperan penting dalam pembentukan kolagen dan penyembuhan jaringan. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan gusi menjadi rapuh dan mudah berdarah.
Kekurangan Vitamin K
Vitamin K dibutuhkan dalam proses pembekuan darah. Kekurangannya dapat membuat perdarahan berlangsung lebih lama, termasuk pada jaringan gusi.
Baca Juga : Perawatan Saluran Akar (Root Canal): Cara Menyelamatkan Gigi
Diabetes
Kadar gula darah yang tinggi dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi sehingga penderita diabetes lebih rentan mengalami radang gusi dan penyakit periodontal.
Cara Mengatasi Gusi Berdarah di Rumah
Jika perdarahan masih ringan, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi keluhan.
Sikat Gigi dengan Lembut
Gunakan sikat gigi berbulu halus dan lakukan gerakan memutar secara perlahan agar plak tetap terangkat tanpa melukai gusi.
Berkumur dengan Air Garam Hangat
Larutkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, lalu gunakan untuk berkumur selama sekitar 30 detik.
Cara ini dapat membantu mengurangi bakteri sekaligus meredakan peradangan ringan.
Rutin Menggunakan Benang Gigi
Sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi sering kali menjadi penyebab plak.
Membersihkan sela gigi menggunakan dental floss setiap hari membantu menjaga kesehatan gusi secara menyeluruh.
Konsumsi Makanan Bergizi
Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung:
- Vitamin C.
- Vitamin K.
- Kalsium.
- Protein.
Nutrisi tersebut membantu memperkuat jaringan gusi dan mempercepat proses penyembuhan.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami kondisi berikut:
- Gusi berdarah lebih dari 7–10 hari.
- Gusi tampak bengkak dan bernanah.
- Bau mulut tidak kunjung hilang.
- Gigi mulai goyang.
- Gusi berdarah muncul hampir setiap kali menyikat gigi.
Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.
Pentingnya Scaling Gigi
Apabila penyebab gusi berdarah adalah karang gigi, menyikat gigi saja tidak cukup untuk mengatasinya.
Karang gigi hanya dapat dibersihkan melalui prosedur scaling menggunakan alat ultrasonik yang dilakukan oleh dokter gigi.
Scaling membantu:
- Mengangkat plak dan karang gigi.
- Mengurangi peradangan gusi.
- Mencegah periodontitis.
- Mengurangi bau mulut.
- Menjaga kesehatan jaringan penyangga gigi.
Untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi, lakukan scaling secara rutin setiap 6 bulan sekali atau sesuai anjuran dokter.
Jaga Kesehatan Gusi Bersama Alifah Clinic
Jika Anda sering mengalami gusi berdarah, jangan menunggu hingga keluhan semakin parah. Di Alifah Clinic, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mengetahui penyebab gusi berdarah serta mendapatkan penanganan yang sesuai, mulai dari pemeriksaan gigi hingga tindakan scaling profesional.
Perawatan sejak dini membantu menjaga kesehatan gusi, mencegah kerusakan jaringan penyangga gigi, dan membuat senyum tetap sehat.
Kesimpulan
Gusi berdarah paling sering disebabkan oleh radang gusi akibat penumpukan plak. Namun, kondisi ini juga dapat dipicu oleh periodontitis, cara menyikat gigi yang kurang tepat, perubahan hormon, hingga kekurangan vitamin atau penyakit tertentu.
Menjaga kebersihan gigi, menggunakan teknik menyikat gigi yang benar, rutin menggunakan benang gigi, serta melakukan scaling secara berkala merupakan langkah penting untuk mencegah gusi berdarah. Jika perdarahan tidak kunjung membaik atau disertai keluhan lain, segera konsultasikan ke dokter gigi agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga : Pentingnya Menggunakan Skincare BPOM




