Gigi goyang pada orang dewasa bukan kondisi yang sebaiknya dianggap sepele. Berbeda dengan gigi susu pada anak yang memang akan tanggal secara alami, gigi permanen seharusnya tetap kuat selama jaringan penyangga gigi dalam kondisi sehat.
Sayangnya, masih banyak mitos mengenai gigi goyang yang dapat membuat seseorang mengambil tindakan yang kurang tepat. Lantas, apa saja fakta dan mitos gigi goyang yang perlu diketahui?
Mitos Seputar Gigi Goyang
Gigi Goyang Pasti Harus Dicabut
Mitos. Gigi yang goyang tidak selalu harus langsung dicabut.
Penanganan bergantung pada penyebab dan tingkat kegoyangan gigi. Jika jaringan penyangga masih dapat dipertahankan, dokter gigi dapat mempertimbangkan perawatan untuk membantu mengatasi penyebabnya dan mempertahankan gigi.
Pada kondisi tertentu, gigi juga dapat distabilkan menggunakan prosedur seperti splinting setelah penyebab utamanya ditangani.
Gigi Goyang pada Orang Dewasa adalah Hal yang Wajar
Mitos. Gigi permanen yang mengalami kegoyangan bukan bagian normal dari proses penuaan.
Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan masalah pada gusi dan jaringan penyangga gigi, trauma, tekanan berlebih pada gigi, atau kondisi lainnya. Karena itu, gigi yang mulai terasa goyang sebaiknya diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Gigi Goyang Bisa Sembuh dengan Obat Herbal Saja
Mitos. Penggunaan obat herbal atau ramuan tradisional tidak dapat menggantikan pemeriksaan dan perawatan dokter gigi.
Jika kegoyangan disebabkan oleh penyakit periodontal yang sudah merusak jaringan penyangga gigi, diperlukan penanganan terhadap penyebab tersebut. Mengandalkan obat oles atau ramuan saja dapat membuat masalah yang mendasarinya terlambat ditangani.
Baca Juga : Ini 5 Peran Gigi Susu pada Anak bagi Tumbuh Kembangnya
Gigi Goyang Boleh Dicabut Sendiri
Mitos. Jangan pernah mencoba menarik atau mencabut gigi permanen yang goyang sendiri di rumah.
Tindakan tersebut dapat menyebabkan luka pada gusi, perdarahan, infeksi, atau masalah lain. Dokter gigi perlu mengevaluasi kondisi gigi terlebih dahulu untuk menentukan penanganan yang aman.
Fakta Medis tentang Gigi Goyang
Penyakit Gusi Dapat Menjadi Salah Satu Penyebab
Salah satu penyebab penting gigi goyang pada orang dewasa adalah penyakit periodontal.
Plak bakteri yang tidak dibersihkan dapat menyebabkan peradangan pada gusi. Jika berkembang menjadi periodontitis, jaringan dan tulang yang menopang gigi dapat mengalami kerusakan. Akibatnya, gigi kehilangan dukungan dan menjadi lebih mudah goyang.
Karena itu, masalah gigi goyang tidak cukup hanya ditangani dari permukaan gigi. Penyebab yang memengaruhi jaringan penyangga juga perlu diperiksa.
Gigi Goyang Tidak Selalu Berarti Harus Kehilangan Gigi
Gigi yang mengalami kegoyangan masih dapat dipertahankan pada kondisi tertentu.
Dokter gigi akan menilai tingkat kegoyangan, kondisi gusi, jaringan penyangga, tulang di sekitar gigi, serta penyebab yang mendasarinya. Setelah pemeriksaan, dokter dapat menentukan apakah gigi masih memungkinkan untuk dipertahankan.
Perawatan dapat berbeda pada setiap pasien, mulai dari pembersihan karang gigi hingga tindakan lain seperti splinting jika memang diperlukan.
Trauma Bisa Membuat Gigi Menjadi Goyang
Benturan pada wajah atau gigi, misalnya akibat terjatuh, kecelakaan, atau aktivitas olahraga, dapat menyebabkan gigi menjadi goyang.
Kondisi ini perlu diperiksa meskipun gigi tidak terasa sangat sakit. Trauma dapat memengaruhi jaringan penyangga maupun struktur di sekitar gigi yang tidak selalu terlihat secara langsung.
Baca Juga : Bahaya Minuman Soda bagi Kesehatan: Benarkah Bisa Memicu Diabetes dan Obesitas?
Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi Dapat Memberikan Tekanan Berlebih
Bruxism atau kebiasaan menggemeretakkan dan mengatupkan gigi secara berlebihan dapat memberikan tekanan terus-menerus pada gigi dan jaringan pendukungnya.
Jika dilakukan dalam jangka panjang, tekanan tersebut dapat menyebabkan gigi mengalami keausan dan meningkatkan beban pada jaringan penyangga.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Gigi Mulai Goyang?
Jika Anda merasakan salah satu gigi permanen mulai goyang, jangan menunggu sampai kondisinya semakin parah. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Jangan mencoba menggoyangkan gigi menggunakan lidah atau jari.
- Hindari menggigit makanan yang terlalu keras pada area tersebut.
- Tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi secara lembut.
- Bersihkan sela-sela gigi sesuai anjuran dokter.
- Segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya.
Semakin cepat penyebab gigi goyang diketahui, semakin cepat pula dokter dapat menentukan pilihan perawatan yang sesuai.
Bagaimana Cara Mencegah Gigi Goyang?
Menjaga kesehatan gigi dan gusi merupakan bagian penting dalam mencegah masalah gigi goyang. Terapkan beberapa kebiasaan berikut:
Sikat Gigi Secara Rutin
Sikat gigi dua kali sehari, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan teknik menyikat yang tidak terlalu keras.
Bersihkan Sela-Sela Gigi
Plak dan sisa makanan dapat menumpuk di area yang sulit dijangkau sikat gigi. Gunakan benang gigi atau alat pembersih interdental sesuai kebutuhan untuk membantu menjaga kebersihan sela-sela gigi.
Batasi Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko gigi berlubang. Batasi makanan dan minuman manis, terutama yang dikonsumsi terlalu sering di antara waktu makan.
Lakukan Pemeriksaan Gigi Secara Berkala
Pemeriksaan rutin membantu dokter gigi mendeteksi masalah pada gigi dan gusi sejak lebih awal. Jadwal pemeriksaan dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan gigi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi?
Jangan menunda pemeriksaan apabila gigi goyang disertai:
- Gusi bengkak atau mudah berdarah.
- Nyeri saat menggigit.
- Gusi mengalami perubahan atau terasa turun.
- Keluar nanah dari sekitar gusi.
- Bau mulut yang menetap.
- Gigi terasa semakin longgar.
- Gigi goyang setelah mengalami benturan.
Gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah pada gigi atau jaringan penyangganya yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Kesimpulan
Fakta dan mitos gigi goyang penting diketahui agar Anda tidak salah mengambil tindakan. Gigi permanen yang goyang bukan kondisi normal akibat bertambahnya usia dan tidak selalu berarti harus dicabut.
Penyakit gusi, kerusakan jaringan penyangga, trauma, hingga tekanan berlebih akibat bruxism dapat menjadi beberapa penyebabnya. Oleh karena itu, jangan mencabut gigi sendiri atau hanya mengandalkan pengobatan rumahan.
Jika gigi permanen mulai terasa goyang, segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi agar penyebabnya dapat diketahui dan pilihan perawatan yang tepat dapat ditentukan.
Baca Juga : Gigitan Kutu Kasur: Membasmi dan Mengatasi Gigitan pada Kulit




