Kenapa Gigi Bisa Sakit? Kenali 6 Penyebab Utama

Sakit gigi merupakan salah satu keluhan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa nyeri bisa terasa berdenyut, menusuk, ngilu, atau bahkan menjalar hingga ke rahang dan kepala. Lalu, kenapa gigi bisa sakit padahal bagian luarnya terlihat keras dan kuat?

Gigi terdiri dari beberapa lapisan. Di bagian paling dalam terdapat pulpa yang mengandung saraf dan pembuluh darah. Ketika gigi mengalami kerusakan atau jaringan di sekitarnya mengalami peradangan, saraf tersebut dapat terstimulasi sehingga menimbulkan rasa sakit.

Mengetahui penyebab sakit gigi penting agar penanganannya tidak hanya berfokus pada menghilangkan nyeri sementara, tetapi juga mengatasi sumber masalahnya.

1. Gigi Berlubang atau Karies

Salah satu penyebab paling umum sakit gigi adalah gigi berlubang atau karies. Kondisi ini terjadi ketika bakteri di dalam plak memecah gula dari makanan dan minuman menjadi asam. Jika berlangsung terus-menerus, asam dapat merusak email dan membentuk lubang pada gigi.

Pada tahap awal, gigi berlubang mungkin tidak menimbulkan gejala. Namun, ketika kerusakan semakin dalam dan mencapai dentin, gigi dapat terasa ngilu saat terkena makanan atau minuman manis, panas, maupun dingin.

Jika kerusakan sudah mencapai pulpa yang mengandung saraf dan pembuluh darah, rasa sakit dapat menjadi lebih berat dan menetap.

2. Radang Gusi dan Periodontitis

Sumber rasa sakit tidak selalu berasal dari gigi. Jaringan gusi dan jaringan penyangga gigi juga dapat mengalami masalah.

Penumpukan plak dan karang gigi dapat menyebabkan gingivitis, yaitu peradangan pada gusi. Gejalanya antara lain gusi kemerahan, bengkak, dan mudah berdarah ketika menyikat gigi.

Jika tidak ditangani, penyakit gusi dapat berkembang menjadi periodontitis. Kondisi ini dapat merusak jaringan dan tulang yang menopang gigi sehingga gigi menjadi lebih sensitif, terasa sakit, atau bahkan goyang.

3. Gigi Sensitif

Pernah merasakan ngilu tajam setelah minum es atau mengonsumsi makanan panas? Bisa jadi Anda mengalami gigi sensitif.

Gigi sensitif dapat terjadi ketika dentin menjadi lebih terbuka akibat email yang terkikis atau gusi yang mengalami penyusutan. Dentin memiliki saluran kecil yang terhubung dengan bagian dalam gigi sehingga rangsangan dari suhu dingin, panas, manis, atau asam dapat memicu rasa ngilu.

Kebiasaan menyikat gigi terlalu kuat, konsumsi makanan dan minuman asam secara berlebihan, serta masalah gusi dapat meningkatkan risiko gigi sensitif.

4. Gigi Bungsu Tumbuh Miring atau Impaksi

Gigi bungsu biasanya tumbuh pada usia remaja akhir hingga dewasa. Namun, tidak semua orang memiliki ruang rahang yang cukup untuk pertumbuhannya.

Jika ruang tidak mencukupi, gigi bungsu dapat tumbuh miring, hanya muncul sebagian, atau tertanam di dalam gusi. Kondisi ini disebut impaksi gigi.

Gigi bungsu yang mengalami impaksi dapat menyebabkan nyeri di bagian belakang rahang, gusi bengkak, sulit membuka mulut, hingga makanan mudah terselip di sekitar gigi.

5. Gigi Retak atau Patah

Gigi yang retak juga dapat menjadi penyebab sakit gigi. Keretakan bisa terjadi akibat benturan, mengunyah benda atau makanan yang sangat keras, maupun kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur atau bruxism.

Retakan kecil terkadang sulit terlihat secara langsung. Namun, tekanan saat menggigit dapat membuat bagian gigi yang retak bergerak dan merangsang saraf sehingga muncul rasa sakit.

Gigi yang retak juga lebih rentan terhadap masuknya bakteri. Jika kerusakan mencapai bagian dalam gigi, infeksi dapat berkembang dan menyebabkan nyeri yang semakin berat.

6. Abses Gigi

Abses gigi merupakan salah satu kondisi yang perlu segera mendapatkan penanganan. Abses terjadi ketika infeksi bakteri menyebabkan terbentuknya kantung nanah di sekitar gigi atau jaringan gusi.

Gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Sakit gigi yang berdenyut dan menetap.
  • Gusi atau wajah membengkak.
  • Gigi terasa sangat sensitif terhadap panas dan dingin.
  • Demam.
  • Bau mulut atau rasa tidak enak di dalam mulut.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

Jika abses disertai pembengkakan yang menyebabkan sulit menelan atau bernapas, segera cari pertolongan medis karena infeksi dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya.

Cara Meredakan Sakit Gigi untuk Sementara

Pertolongan di rumah hanya bertujuan membantu mengurangi rasa sakit sementara. Penyebab sakit gigi tetap perlu diperiksa dan ditangani oleh dokter gigi.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

Berkumur dengan Air Garam

Berkumur menggunakan air garam hangat dapat membantu membersihkan area mulut dan memberikan rasa nyaman pada gusi yang mengalami iritasi.

Kompres Dingin

Jika sakit gigi disertai pembengkakan, kompres dingin dari luar pipi dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan bengkak. Gunakan kompres yang dibungkus kain dan jangan menempelkan es secara langsung pada kulit.

Gunakan Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu mengurangi sakit gigi untuk sementara pada orang yang dapat menggunakannya. Gunakan sesuai aturan pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.

Obat pereda nyeri tidak menghilangkan penyebab sakit gigi. Karena itu, pemeriksaan tetap diperlukan jika keluhan menetap atau berulang.

Tetap Jaga Kebersihan Gigi

Jangan berhenti menyikat gigi hanya karena sedang sakit. Bersihkan gigi secara perlahan menggunakan sikat berbulu lembut dan bersihkan sela-sela gigi dengan hati-hati.

Kebiasaan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sakit Gigi

Ketika gigi sedang sakit, beberapa kebiasaan justru dapat memperparah kondisi. Hindari:

  • Mengunyah makanan keras menggunakan sisi gigi yang sakit.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas, dingin, manis, atau asam jika memicu nyeri.
  • Menempelkan obat tertentu langsung pada gusi atau gigi tanpa petunjuk tenaga kesehatan.
  • Menunda pemeriksaan jika sakit terus berulang.
  • Mengabaikan pembengkakan atau demam yang menyertai sakit gigi.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Sakit gigi sebaiknya tidak hanya ditangani dengan obat pereda nyeri. Jika rasa sakit terus berlanjut, sering kambuh, atau semakin berat, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

Segera periksakan diri ke dokter gigi jika mengalami:

  • Sakit gigi yang menetap atau semakin parah.
  • Gusi atau wajah membengkak.
  • Demam.
  • Gigi patah atau mengalami cedera.
  • Keluar nanah dari gusi.
  • Sulit membuka mulut.
  • Kesulitan menelan atau bernapas.

Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula dokter dapat menentukan perawatan yang sesuai.

Cara Mencegah Sakit Gigi

Sebagian masalah gigi dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut secara konsisten. Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan antara lain:

  • Sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
  • Bersihkan sela-sela gigi secara rutin.
  • Batasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.
  • Hindari kebiasaan menggigit benda keras.
  • Gunakan pelindung gigi saat melakukan olahraga tertentu.
  • Lakukan pemeriksaan gigi secara berkala sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Jadi, kenapa gigi bisa sakit? Penyebabnya beragam, mulai dari gigi berlubang, radang gusi, gigi sensitif, gigi bungsu yang mengalami impaksi, gigi retak, hingga abses gigi.

Obat pereda nyeri dan perawatan sederhana di rumah dapat membantu mengurangi keluhan sementara, tetapi bukan pengganti pemeriksaan dokter gigi. Jika sakit gigi menetap, berulang, atau disertai pembengkakan dan demam, segera lakukan pemeriksaan agar penyebabnya dapat ditangani dengan tepat.

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *