Pipi yang tampak chubby atau tembem sering dianggap sebagai tanda kenaikan berat badan. Padahal, bentuk pipi tidak selalu dipengaruhi oleh berat badan saja. Ada berbagai faktor yang berperan, mulai dari genetik, distribusi lemak tubuh, hingga kebiasaan sehari-hari.
Sebagian orang memiliki pipi yang tetap terlihat berisi meskipun tubuhnya tergolong langsing. Sebaliknya, ada pula yang mengalami pipi membulat akibat perubahan gaya hidup atau kondisi tertentu. Lalu, apa sebenarnya penyebab pipi chubby? Simak penjelasannya berikut ini.
Faktor Genetik dan Struktur Wajah
Salah satu penyebab utama pipi chubby adalah faktor keturunan. Bentuk wajah dan struktur tulang diwariskan secara genetik dari orang tua.
Jika anggota keluarga memiliki wajah bulat atau pipi berisi, kemungkinan besar Anda juga memiliki karakteristik yang sama.
Selain struktur tulang, terdapat bantalan lemak alami di area pipi yang dikenal sebagai buccal fat pad. Pada sebagian orang, bantalan lemak ini memang lebih tebal sejak lahir sehingga wajah tampak lebih penuh meskipun berat badan ideal.
Penumpukan Lemak Akibat Berat Badan
Kenaikan berat badan juga menjadi penyebab umum pipi terlihat lebih tembem.
Saat tubuh menyimpan kelebihan kalori, lemak tidak hanya menumpuk di perut atau paha, tetapi juga di area wajah dan bawah dagu. Akibatnya, kontur wajah menjadi lebih bulat dan pipi tampak lebih berisi dan itu menjadi salah satu penyebab pipi chubby.
Semakin tinggi persentase lemak tubuh, biasanya semakin besar pula kemungkinan wajah terlihat lebih chubby.
Kondisi Skinny Fat
Tidak sedikit orang bertubuh kurus yang tetap memiliki pipi tembem. Kondisi ini sering disebut sebagai skinny fat.
Skinny fat adalah kondisi ketika berat badan masih berada dalam batas normal, tetapi persentase lemak tubuh cukup tinggi dan massa otot relatif rendah.
Akibatnya, lemak dapat lebih mudah terkumpul di beberapa area tertentu, termasuk pipi dan dagu.
Baca Juga : 5 Tips Sederhana Menjaga Kulit Tetap Sehat dan Glowing Setiap Hari
Retensi Cairan pada Wajah
Pipi yang terlihat membulat tidak selalu disebabkan oleh lemak. Dalam beberapa kasus, wajah tampak lebih bengkak akibat retensi cairan atau penumpukan air di jaringan tubuh.
Beberapa penyebab retensi cairan antara lain:
Konsumsi Garam Berlebihan
Makanan tinggi natrium membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Akibatnya, wajah, terutama area pipi dan bawah mata, dapat terlihat lebih bengkak saat bangun tidur.
Kurang Tidur
Kurang tidur meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh.
Selain itu, kualitas tidur yang buruk juga membuat wajah tampak lebih sembap dan kurang segar.
Dehidrasi
Meskipun terdengar bertolak belakang, kurang minum air justru dapat menyebabkan tubuh menahan cairan sebagai mekanisme pertahanan.
Akibatnya, wajah dapat terlihat lebih bengkak meskipun tubuh sedang mengalami kekurangan cairan.
Apakah Pipi Chubby Selalu Menandakan Kesehatan yang Buruk?
Jawabannya tidak.
Apabila pipi chubby disebabkan oleh faktor genetik atau struktur wajah, kondisi ini bukan merupakan masalah kesehatan.
Namun, jika pipi menjadi lebih tembem secara tiba-tiba dan disertai kenaikan berat badan yang signifikan atau pembengkakan pada bagian tubuh lain, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Baca Juga : Cara Merawat Gigi Anak agar Tetap Sehat dan Bebas Karies Sejak Dini
Cara Mengurangi Pipi Chubby Secara Alami
Apabila pipi tembem disebabkan oleh lemak atau gaya hidup, beberapa langkah berikut dapat membantu memperbaiki kontur wajah.
Menjaga Berat Badan Ideal
Menurunkan persentase lemak tubuh melalui pola makan seimbang dan olahraga secara rutin dapat membantu mengurangi penumpukan lemak di wajah.
Kurangi Konsumsi Garam
Batasi makanan tinggi natrium seperti makanan instan, makanan cepat saji, dan camilan asin agar tubuh tidak menahan terlalu banyak cairan.
Minum Air Putih yang Cukup
Memenuhi kebutuhan cairan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mengurangi pembengkakan pada wajah.
Tidur yang Berkualitas
Usahakan tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam untuk membantu menjaga keseimbangan hormon dan mengurangi retensi cairan.
Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik membantu membakar lemak tubuh secara keseluruhan, termasuk lemak di area wajah.
Treatment untuk Membantu Membentuk Kontur Wajah
Bagi sebagian orang, perubahan gaya hidup saja belum cukup karena bentuk pipi dipengaruhi faktor genetik atau bantalan lemak alami.
Dalam kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan treatment estetika sesuai kebutuhan, seperti:
- HIFU untuk membantu mengencangkan kulit wajah.
- Mesolipo untuk membantu mengurangi lemak pada area tertentu.
- Treatment pengencangan wajah sesuai hasil konsultasi dokter.
Pemilihan prosedur harus dilakukan berdasarkan pemeriksaan langsung agar hasilnya tetap aman dan sesuai dengan kondisi wajah masing-masing.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:
- Wajah membengkak secara tiba-tiba.
- Pembengkakan disertai nyeri atau kemerahan.
- Pipi membesar hanya pada satu sisi wajah.
- Pembengkakan tidak membaik meskipun sudah mengurangi konsumsi garam dan memperbaiki pola hidup.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah kondisi tersebut disebabkan oleh retensi cairan, infeksi, gangguan kelenjar ludah, atau penyebab medis lainnya.
Kesimpulan
Pipi chubby dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari genetik, struktur tulang wajah, bantalan lemak alami, kenaikan berat badan, hingga retensi cairan akibat gaya hidup. Karena penyebabnya berbeda pada setiap orang, penanganannya pun perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Jika Anda ingin mengetahui penyebab pipi tembem atau berkonsultasi mengenai treatment untuk membantu membentuk kontur wajah, Alifah Clinic menyediakan layanan konsultasi dokter dan berbagai perawatan estetika yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi kulit dan wajah Anda.
Baca Juga : Ketombe Tak Kunjung Hilang? Kenali Perbedaan Ketombe dan Psoriasis Kulit Kepala




