Batas Konsumsi Gula Harian Menurut Ahli

Gula merupakan salah satu sumber energi utama yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi organ. Namun, mengonsumsi gula secara berlebihan maupun terlalu sedikit dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui batas konsumsi gula harian agar tubuh tetap berada dalam kondisi yang seimbang.

Menurut anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), konsumsi gula tambahan sebaiknya tidak melebihi 50 gram per hari, atau setara dengan 4 sendok makan. Menjaga asupan gula dalam batas yang dianjurkan membantu tubuh mempertahankan keseimbangan kadar gula darah (homeostasis), sehingga organ-organ dapat bekerja secara optimal.

Berapa Batas Konsumsi Gula Harian yang Dianjurkan?

Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan prinsip G4G1L5, yaitu:

  • Gula maksimal 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari.
  • Garam maksimal 5 gram atau sekitar 1 sendok teh per hari.
  • Lemak maksimal 67 gram atau sekitar 5 sendok makan per hari.

Perlu diketahui bahwa batas tersebut mencakup seluruh gula tambahan yang berasal dari makanan dan minuman, seperti teh manis, kopi dengan gula, minuman kemasan, kue, permen, hingga makanan penutup.

Dampak Kelebihan Gula bagi Kesehatan

Mengonsumsi gula secara berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

1. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Asupan gula yang berlebihan membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin. Lama-kelamaan, kondisi ini dapat menyebabkan resistensi insulin yang menjadi salah satu penyebab utama diabetes melitus tipe 2.

2. Menyebabkan Obesitas

Kelebihan gula yang tidak digunakan sebagai energi akan disimpan dalam bentuk lemak. Penumpukan lemak, terutama di area perut atau lemak visceral, meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik.

3. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Konsumsi gula berlebih dapat memicu peradangan, meningkatkan kadar trigliserida, serta memperbesar risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Baca Juga : Penyebab Pipi Chubby atau Tembem: Benarkah Hanya karena Berat Badan?

4. Menurunkan Fungsi Otak

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan dalam jangka panjang dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif, gangguan memori, hingga peningkatan risiko demensia pada usia lanjut.

5. Memicu Kerusakan Gigi

Bakteri di dalam mulut menggunakan gula sebagai sumber makanan dan menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan email gigi. Akibatnya, risiko gigi berlubang menjadi lebih tinggi.

Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Gula?

Selain kelebihan, kadar gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia juga dapat membahayakan tubuh. Kondisi ini umumnya terjadi ketika kadar glukosa darah berada di bawah 70 mg/dL.

Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Tubuh terasa lemas.
  • Gemetar.
  • Keringat dingin.
  • Pusing.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Jantung berdebar.
  • Pandangan kabur.

Pada kondisi yang berat, hipoglikemia dapat menyebabkan kejang, kehilangan kesadaran, bahkan koma apabila tidak segera ditangani.

Baca Juga : Mengenal Proses Penuaan Kulit dan Cara Tepat Penanganannya agar Tetap Awet Muda

Tips Mengontrol Konsumsi Gula Harian

Menjaga konsumsi gula tidak berarti harus menghindarinya sepenuhnya. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Batasi konsumsi minuman manis dan minuman kemasan.
  • Kurangi makanan tinggi gula seperti kue, permen, dan dessert.
  • Biasakan membaca informasi nilai gizi pada kemasan makanan.
  • Pilih buah segar sebagai camilan dibanding makanan manis olahan.
  • Perbanyak konsumsi makanan tinggi serat agar kadar gula darah lebih stabil.
  • Rutin berolahraga untuk membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan jika Anda sering mengalami gejala seperti:

  • Haus berlebihan.
  • Sering buang air kecil.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  • Mudah lelah.
  • Penglihatan kabur.
  • Sering mengalami pusing atau gemetar akibat gula darah rendah.

Pemeriksaan sejak dini membantu mendeteksi gangguan kadar gula darah sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

Kesimpulan

Menjaga batas konsumsi gula harian merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Konsumsi gula yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko diabetes, obesitas, penyakit jantung, hingga kerusakan gigi. Sebaliknya, kadar gula yang terlalu rendah juga dapat mengganggu fungsi tubuh dan otak.

Baca Juga : Bahaya Tidak Mandi Selama Seminggu: Dampaknya bagi Kulit, Rambut, dan Kesehatan

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *